Sunday, December 2, 2012

PROVERB OF THE WEEK

ADAT TELUK TIMBUNAN KAPAL, ADAT GUNUNG TEMPATAN KABUT

Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang pandai.

Saturday, December 1, 2012

TIPS SUKSES TANPA HUTANG

1. Belilah barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.
Bila perlu, hindari mall!

2. Bila tidak dapat membeli tunai hari ini, jangan beli! 

Hindari penggunaan kartu kredit!


3. Produk ber-merek bukan ukuran status sosial!
Tidak perlu membeli produk ber-merek untuk menaikkan status sosial anda. Sopan-santun dan etika berbicara anda-lah yang menentukan status sosial anda yang sebenarnya. Lagi pula, bukankah banyak produk ber-merek yang ditiru sesuai aslinya?

4. Hentikan keharusan mengganti/membeli mobil baru setiap beberapa tahun!
Bila mobil yang ada masih baik keadaannya dan memenuhi standar hidup, mengapa harus membeli yang baru? Kita tentu tahu, bahwa pemerintah menerapkan pajak progresif pada kendaraan kita, bukan?


5. Bila dapat dipinjam atau disewa, mengapa harus membeli?
Tanpa kita sadari, kita sering membeli barang-barang yang hanya sekali pakai., misalnya: kostum halloween!

6. Jsngan gengsi, tanyakan apakah ada potongan harga dari setiap barang/jasa yang dibeli.
Biasakan untuk bertanya apakah ada potongan harga dari barang yang akan kita beli. Kalau bisa mendapatkan diskon, mengapa harus membayar dengan harga normal?

7. Miliki atau sewa rumah yang sesuai dengan kebutuhan.
Bila kita memiliki keluarga kecil, tidak perlu membeli rumah dengan 6 kamar dan 6 garasi, bukan?

8. Biasakan membuat rencana anggaran.
Walaupun hanya untuk keperluan rumah tangga, kita wajib mempunyai rencana anggaran, agar terhindar dari "besar pasak daripada tiang".

9. Bila memiliki modal, optimalkanlah!
Buatlah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan keuntungan dari modal yang anda miliki.

10. Ubah kebiasaan 'shopping oriented' pasangan anda!
Percuma apabila anda orang yang hemat, tapi pasangan anda tidak sejalan.

11. Bila anda tidak pernah dibekali pendidikan dasar tentang pengaturan keuangan, mulailah belajar!
Terapkan hal ini pada pasangan serta anak-keturunan anda.

12. Hindari mental ’ingin cepat kaya’.

Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang dapat diperoleh dengan mudah. Semua memerlukan proses!

13. Hentikan kebiasaan yang buruk.
Kebiasaan buruk yang dibiarkan dapat mengantar anda pada keterpurukan finansial.. Percayalah!

14. Jangan menyia-nyiakan waktu anda sendiri.
Pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan seproduktif mungkin.   Waktu lebih berharga dibandingkan uang. Uang yang hilang, dapat dicari kembali, namun waktu tidak tergantikan. Jadi jika anda gagal mengatur waktu anda, maka sudah pasti anda akan gagal mengatur uang anda, dan anda akan gagal juga dalam setiap aspek kehidupan anda. Jadi fokuskan waktu dan energi anda pada hal-hal yang penting, lupakan yang lain. Bila waktu anda tidak bisa menghasilkan uang, paling tidak, jangan membuang uang!

15. Jaga kesehatan anda.

Kesehatan itu sangat mahal! Tidak percaya? Cek harga rawat inap di rumah sakit terdekat. Anda pasti akan terpana!

Monday, November 26, 2012

10 TIPS MENJAGA LINGKUNGAN


1. Selamatkan Hutan! 
- Kurangi pemakaian kertas. Kalau bisa menggunakan flashdisk atau harddisk dalam menyimpan data, dan sebaiknya tidak usah dicetak. Kalaupun terpaksa dicetak, gunakan kertas bekas dan cetak bolak-balik.
- Bawa sumpit sendiri (bukan sumpit jenis kayu) kemana-mana untuk mengurangi  sumpit kayu.
2. Hijaukan Bumi!
Mulailah dengan mengajarkan anak-anak sejak dini, untuk mencintai pohon/tanaman. Beri souvenier yang menanamkan semangat Go Green pada acara ulang tahun, misalnya dengan memberi pot dan benih tanaman atau pot dengan sendok-garpu taman, serta menggunakan tas kain sebagai pembungkusnya.
3. Selamatkan Udara!
Gunakan BBM tanpa timbal untuk mengurangi polusi udara.
4. Selamatkan Ozon! 
Hindari pemakaian AC yang berlebihan. Selain boros listrik,  freonnya juga mengancam ozon bumi. Faktanya, kipas angin 98% lebih hemat ketimbang pendingin udara lainnya.
5. Hemat Listrik! 
- Matikan lampu yang tidak digunakan siang hari dan buka jendela lebar-lebar. Sinar matahari dan udara segar pastinya lebih menyehatkan.
- Cabut charger laptop, HP maupun perangkat elektronik lainnya. Charger/elektronik apapun, dalam keadaan standby, tetap mengkonsumsi listrik.
6. Hemat BBM!
- Kurangi pemakaian kendaraan bermotor berarti kurangi konsumsi BBM, dan berdampak pada kurangi kemacetan. Naik sepeda! Lebih sehat, dan lebih cepat tiba di tempat. 

7. Buang Sampah pada Tempatnya!
Jangan membuang sampah sembarangan ke jalan raya/parkiran (melalui jendela mobil, jendela rumah, atau balkon), APALAGI KE GOT/KALI/SUNGAI!  Ingat, banjir mengintai! Sampah hanya boleh dibuang di satu tempat yang benar: tong sampah!
8. Pisahkan Sampah Organik & Non-Organik!
- Gunakan sampah organik untuk membuat pupuk. Selain menghemat biaya, kita turut membantu pengolahan sampah dengan benar.
- Kempeskan minuman kotak atau dus packaging untuk menghemat space sampah dan mempermudah pemilahan sampah.
9. Diet  Plastik!
- Biasakan bawa tas jinjing, ransel atau apa pun ketika belanja/shopping. Tolak halus kasir yang menaruh barang belanjaan kita di kantung plastik. Tentunya kita semua sudah mengetahui, bahwa memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik!
- Biasakan membawa tumbler sendiri untuk mengisi minuman. Bawa tumbler sendiri sama dengan meminimalisasi penggunaan plastik sebagai wadah air minum kita.
10. Tontonlah film “Inconvenient Truth” bersama keluarga dan anak-anak. 

Sunday, November 25, 2012

MARI BELAJAR GAMELAN

Pada hari Minggu, tanggal 25 November 2012, Culture Club Indonesia mengadakan acara Mari Belajar Gamelan di Forest Lounge, Hotel Sultan, Jakarta pada acara NAMASTE FESTIVAL. Acara dimulai pkl. 09 sampai dengan 11 pagi. Saya, dan anak saya, Keikona tiba tepat ketika acara akan dimulai. 

Ketika kami tiba, anak-anak yang ingin belajar gamelan sudah duduk di depan alat-alat dengan tertib. Mereka terlihat sangat antusias untuk belajar nge-gamel. Pelajaran terlihat berjalan dengan lancar. Setelah satu jam belajar, kelas pun diganti dengan peserta yang lebih tua usianya. Terlihat antusiasme yang sama dari para remaja puteri dan ibu-ibu yang ingin belajar gamelan. Dalam waktu satu jam, mereka dapat menguasai pelajaran dengan cepat. Mereka sangat 'surprise', karena ternyata, belajar gamelan tidak sesulit yang dikira.

Alhamdulillah! Mudah-mudahan dengan langkah kecil ini, Gamelan Bali semakin dikenal dan digemari masyarakat, dan semakin banyak yang ingin berlatih alat musik tradisional lainnya. Aamiin.

PROVERB OF THE WEEK

ADAT LAMA PUSAKA USANG

Adat istiadat tak akan pernah berubah.

Sunday, November 18, 2012

PROVERB OF THE WEEK

ADAT SEPANJANG JALAN, CUPAK SEPANJANG BETUNG

Segala sesuatu ada tata caranya menurut adat yang telah ditetapkan.

Saturday, November 17, 2012

MARAWIS VERSI BUGIS - MAKASSAR

Musik tradisi Marawis adalah sebuah musik dengan latar belakang gurun pasir sebagai setting panggungnya, menandai musik ini berasal dari negara timur tengah, dengan pembawa atau pemusiknya menggunakan alat musik tradisi gendang besar, gendang rebana ,gambus, gitar, suling, jimbe (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya) penyanyi duduk dengan serta dua potong kayu bulat dikenal dengan nama parappasa (adalah alat musik berbahan bambu yang di ujungnya terbelah-belah seolah ujung sapu lidi iramanya terdengar kresek bertone treble) berdiameter empat puluh sentimeter.

Jika dilakukan pengelompokan, aliran musik tersbut di era kekinian sering di identikkan dengan musik perkusi, dan dengan peralatan komplek biasa juga dilengkapi dengan tamborin atau krecek dan symbal yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu, dan para penari2 perempuan  memakai jilbab melakukan gerak tari yang mirip dengan gambar mozaik gerak tari dari Rumi (salah seorang pilosof muslim yang sangat legendaris)

Diungkapkan, bahwa dalam musik dan gerak (oleh penari ) dimasukkan beberapa unsur gerak rate (bahasa Makassar : refleksi gerak (gesture) ketika khusyu dalam bacaan kitab).

Rate sebagai ritual yang juga disebut "marrate" secara spesifikasi dilakukan oleh salah satu ormas dalam Islam yang banyak berkembang di Sulawesi Selatan ini, Musik maramis dan gerak rate ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Bugis Makassar", Musik ini dimainkan oleh minimal limabelas orang, setiap orang memainkan satu buah alat sambil sesekali meng-koor, maksudnya melakukan koor / beacking vokal pada bagian bagian irama dengan syair tertentu. Dan beberapa penari dari kelompok tersebut bergerak terstruktur sesuai dengan irama talu-talu lagu tersebut, yang memicu dan membangkitkan semangat apresiasi dan pengapresiasi.

Semua pemain yang terdiri dari  pria dengan kostum busana gamis dan celana panjang putih serta berpeci benar-benar sangat Arabian, dan uniknya, pelestarian  pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan.

Kesimpulan sementara, Marawis adalah salah satu jenis "musik tepuk" (tampak pada penari dan pemusiknya pada jeda irama tertentu melakukan tepuk dalam tempo yang sama disela lagu), bersama perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini berasal dari tradisi kesenian Timur Tengah dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Keagaaman yang kental tercermin dari lirik-lirik atau syair dalam lagu tersebut berupa puji-pujian, kecintaan, pada Allah SWT sebagai Sang Pencipta dengan lirik berbahasa Indonesia juga Arab.

~copas + sunting dari: http://www.sangbaco.com/2012/02/marawis-versi-bugis-makassar.html