Tuesday, November 6, 2012

MINAHASA

Minahasa adalah kawasan didalam propinsi di semenanjung Sulawesi Utara di Indonesia, sesuatu daerah yang indah, terletak di bagian utara timur pulau Sulawesi, yang mencakup 27.515 km persegi, terdiri dari empat daerah - Bolaang  Mongondow, Gorontalo,  Minahasa dan kepulauan Sangihe dan  Talaud.

Minahasa juga terkenal oleh sebab tanahnya yang subur yang menjadi rumah tinggal untuk berbagai variasi tanaman dan binatang, didarat maupun dilaut. Tertutup dengan daunan hijau pepohonan kelapa dan kebun-kebun cengkeh, tanah itu juga menyumbang variasi buah-buahan dan sayuran yang lengkap.Fauna Sulawesi Utara mencakup antara lain binatang langka seperti burung Maleo, Cuscus, Babirusa, Anoa dan Tangkasii (Tarsius Spectrum).  

Kebanyakan penduduk Minahasa adalah orang yang beragama Kristen, ramah dan salah satu suku-bangsa yang paling dekat dengan negara barat. Hubungan pertama dengan orang Eropa terjadi saat pedagang Spanyol dan Portugal tiba disana. Saat orang Belanda tiba, agama Kristen tersebar terseluruhnya. Tradisi lama jadi terpengaruh oleh keberadaan orang Belanda.Kata  Minahasa  berasal  dari confederasi masing-masing  suku-bangsa  dan  patung-patung yang ada jadi bukti sistem suku-suku lama. 

Orang Minahasa adalah suatu suku bangsa yang mendiami suatu daerah pada  bagian timur laut jazirah Sulawesi Utara. Luas daerah ini, termasuk kota Manado dan Bitung kurang dari 6.000 km2. Dalam ucapan umum, orang Minahasa menyebut diri mereka orang Manado atau Touwenang
(Orang Wenang), orang Minahasa, atau pula Kawanua.Tetangga-tetangganya di sebelah utara adalah orang Sangir dan orang Talaud
serta orang  Bolaang Mongondow di sebelah selatan. Penduduk Minahasa dapat dibagi ke dalam delapan kelompok sub-etnik, yaitu :

a. Tounséa
b. Toumbulu
c. Tountemboan
d. Toulour 
e. Tounsawang
f.  Pasan
g. Panosakan
h. Bantik 
Setiap kelompok sub-etnik ini memiliki bahasa sendiri yang disebutdengan nama sub-etnik itu sendiri. Malayu Manado adalah bahasa umum yang dipergunakan dalam komunikasi antara orang-orang dari sub-sub etnik Minahasa maupun antara mereka dengan penduduk dari suku-suku bangsa lainnya, baik dalam lingkungan pergaulan kota maupun dalam lingkungan pergaulan desa. Bahkan lebih dari itu, terutama di kota-kota, secara umum terlihatorang-orang menggunakan Malayu Manado sebagai bahasa ibu,menggantikan bahasa pribumi Minahasa atau bahasa suku bangsa yangbersangkutan. Peranan Malayu Manado seperti di kota-kota ini sudahterlihat pula secara jelas di desa-desa yang penduduknya merupakan campuran dari berbagai subetnik tersebut di atas. Generasi terakhir dariorang MInahasa di kota-kota dan di desa-desa yang dimaksud tidak dapat lagi menggunakan bahasa pribumi subetnik yang bersangkutan. Proses
indigenisasi Malayu Manado sedang berlangsung dengan pesat,membentuk suatu ciri identitas etnik dan bagian dari sistem budaya Minahasa.

KEKERABATAN
Pada umunya orang Minahasa membenarkan kebebasan orang untuk menentukan jodohnya sendiri; walaupun dulu kalanya dikenal juga penentuan jodoh atas kemauan orang tua sekalipun yang bersangkutan belum saling mengenal. Dalam hal pembatasan jodoh dalam perkawinan ada adat eksogami yang mewajibkan orang kawin di luar family, ialah kelompok kekerabatan yang mencakup semua anggota keluarga batih dari saudara-saudara sekandung ibu dan ayah, baik pria maupun wanita; beserta semua keluarga batih dari anak-anak mereka. Sesudah nikah, secara ideal pengantin baru tinggal menurut aturan neolokal (tumampas) pada tempat kediaman yang baru dan tidak mengelompok di sekitar tempat kerabat si suami maupun kerabat siisteri. Dalam kenyataan, ada neolokal ini tidak lagi diharuskan. Rumah tangga (sanga awu, satu dapur) baru dapat tinggal dalam lingkungan kekerabatan pihak suami maupun pihak isteri sampai merekamemperoleh rumah sendiri. Bentuk rumah tangga orang Minahasa dapat terdiri dari hanya sat keluarga batih dan dapat pula lebih. Anak tiri dan anak angkat karena adopsi dianggap sebagai anggota kerabat penuh dalam keluarga batih maupun kelompok kekerabatan yang lebih luas. Dulu ada kecenderungan untuk memperluas jumlah anggota keluarga batih dengan adopsi karena hal ini dapat menambah tenaga kerja untuk pekerjaan pertanian. Suatu rumah tangga yang memiliki lebih dari satu kelurga batih dapat terjadi bilamana sesudah perkawinan, rumah tangga baru ini tinggal bersama dengan salah satu orang tua mereka. Bentuk rumah tangga lainnya adalah seperti apa yang dilukiskan oleh Padtbrugge yang terdapat beberapa abad yang lalu yaitu rumah famili besar yang didiami oleh enam sampai sembilan keluarga batih, masing-masing sebagai rumahtangga sendiri karena masing-masing keluarga batih itu memilikidapurnya sendiri. Dasar perwujudan keluarga batih orang Minahasa melalui adat perkawinan adalah monogamy.

SOLIDARITAS DAN KERUKUNAN
 
Mapalus adalah suatu bentuk kerja sama yang tumbuh dalammasyarakat di Minahasa untuk saling bantu membantu dan tolongmenolong menghadapi kendala hidup baik perorangan maupunkelompok.Kerja sama yang dimaksud mencakup berbagai aspek kegiatan baik sosial  maupun ekonomi sedangkan  kelompok masyarakat  yang dimaksud dapat dikolompokkan secara wilayah seperti Mapalus kampungSendangan dll., kerabat seperti Mapalus Pemuda, perkumpulan seperti Kumawangkoan dll., keluarga seperti Kel. Besar Lapian, Masengi dll. Mapalus yang lengkap di Kawangkoan banyak diketahui dari penuturan orang2 tua sedangkan yang dialami generasi sekarang tinggal sebagiankecil saja karena banyak aktivitas2 mapalus yang sudah tidak dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat dengan konsekwensi kehidupan individualistis yang makin dominan. Bentuk Mapalus dalam sejarah Kawangkoan dikenal dalam beberapa aspek kegiatan masyarakat, seperti: 

1. Kegiatan Sosial, antara lain
:- Mendu impero’ongan, yaitu suatu kegiatan kerja bakti kampung atau lingkungan
.-Berantang, adalah kegiatan membantu keluarga yang terkenakedukaan
.- Sumakey, adalah kegiatan bersama dalam acara syukuran. 

2. Kegiatan Ekonomi dan keuangan antara lain:
 -Ma’endo, yaitu usaha bersama untuk menggarap kebunatauperbaikan rumah.
 - Pa’ando, yaitu aktivitas keuangan dalam bentuk arisan.

06/11 6 RENUNGAN AGUNG

Engkau harus memahami 6 Renungan Agung ini:

- Sang Buddha,    
- Dharma (Ajaran),    
- Pewaris Ajaran (Sangha),
- Welas Asih,    
- Moral,    
- dan Dewa-Dewi.
Sang Buddha Penakluk Agung telah menguraikan manfaat dan kUalitas dari 6 Renungan ini dengan sejelasnya.  ( NAGARJUNA )

06/11 QS. AL-BAQARAH (2) :20

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh Allah berkuasa atas segala sesuatu.

 1). Kalau ayat sebelumnya menyebutkan bagaimana tersiksanya orang munafiq jika mendengar suara petir yanag menggelegar dari langit, hingga mereka harus meletakkan jari-jari tangannya di telinganya karena takut mati, maka di ayat ini Allah menjelaskan betapa tersiksanya mereka menyaksikan kilat terpancar dari langit yang datang begitu terang tapi sekaligus begitu cepat menghilangnya. Karena mereka sudah terbiasa dengan kegelapan, maka begitu menyaksikan cahaya yang terang-benderang, mata(hati)nya nyaris tidak mampu menahan luapan cahaya itu. Kendati demikian, mereka tetap bisa memanfaatkan suasana terang itu untuk berjalan. Sayangnya, baru satu dua langkah, cahaya itu mendadak menghilang, dan kini mereka kembali terkepung oleh kegelapan, bahkan jauh lebih gelap lagi dari sebelumnya. Dalam kondisi gelap-gulita seperti itu, tidak ada pilhan lain baginya kecuali berhenti, terpaku, dan terpana. Dalam suasana gelap-pekat segala sesuatu kehilangan identitas dan jati dirinya; nama-nama menjadi sirna, predikat-predikat tak tersandangkan; semua membaur dan lebur ke dalam ketiadaan, tertelan oleh horor yang tak terdefenisikan: kegelapan. Di titik ini orang munafiq seharusnya menyadari betapa tak berartinya diri tanpa cahaya; betapa menderitanya hidup tanpa suluh. “Semua yang ada di dunia akan binasa. Dan yang kekal (hanya) Wajah Tuhanmu yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (55:26-28)


2). Melalui ayat 17 dan 20 ini Allah membuat perumpamaan atas orang munafiq, tetapi sekaligus menjelaskan prinsip sangat penting dalam proses penciptaan dan berjalannya kehidupan. Pertama, di kedua ayat ini Allah menuturkan bahwa unsur mendasar pertama dan utama dalam kehidupan tiap orang ialah bashirah (penglihatan jiwa)—yubshiruwn (ayat 17) dan abshārihim (ayat 20). Dan bashirah ini adalah bagian integral dari DIRI—artinya tidak ada bashirah tanpa DIRI sebagaimana tidak ada DIRI tanpa bashirah. Selama masih ada DIRI, selama itu pula bashirah masih akan tetap ada; yang mungkin bashirah menjadi buta (menutup diri dari cahaya) atau mati (tidak mampu menerima cahaya). Pertanyaannya, dari manakah DIRI itu berasal? Dalam pandangan tauhid, tentu tidak ada sumber lain selain Allah. Kalau begitu, terjawab sudah: DIRI itu berasal dari DIRI-Nya.
Kedua, di kedua ayat ini Allah mengajarkan bahwa bashirah hanya fungsional bilamana berkoeksistensi dan berkolaborasi dengan CAHAYA. Bashirah hanya bisa melihat, mengidentifikasi dan mempersepsi hal-hal yang ada kalau lingkungan sekitar tertimpa CAHAYA— أَضَاءتْ مَا حَوْلَهُ(adhāat ma hawlahu, ayat 17). Juga bashirah hanya bisa bekerja manakala bashirah itu sendiri juga tertimpa CAHAYA— أَضَاء لَهُم (adhāa lahum, ayat 20). Jadi CAHAYA mutlak dibutuhkan baik oleh subyek yang melihat ataupun obyek yang dilihat. Sehingga bisa dikatakan bahwa CAHAYA adalah wahana yang menyatukan subyek dan obyek. Pertanyaannya lagi, dari manakah CAHAYA itu berasal? Lagi-lagi, dalam pandangan tauhid, tentu tidak ada sumber lain selain Allah. Kalau begitu, terjawab pula: CAHAYA itu berasal dari DIRI-Nya. Sekarang, coba kawinkan antara penjelasan pertama dan penjelasan kedua! Hasilnya: dalam melihat sesuatu, yang terjadi sesungguhnya ialah DIRI-Nya menyaksikan DIRI-Nya.

 3). Apakah pendengaran dan penglihatan itu bisa menjadi tiada? Bisa, karena Sungguh Allah berkuasa atas segala sesuatu. Tetapi penggunaan kata وَلَوْ (walaw, seandainya), menunjukkan bahwa Allah tidak akan meniadakannya, karena itu adalah bagian dari Rahman-Nya. Maka apabila seseorang itu menyadari kalau jiwanya menderita ‘penyakit’ tuli, bisu (dan) buta, sama sekali tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. (Dan) sungguh Dia itu Maha Pengampun (lagi) Maha Penyayang’.” (39:53) Jiwa yang mati bisa dihidupkan kembali oleh-Nya. Lalu bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali jiwa yang sudah mati, jiwa yang sudah tuli, bisu (dan) buta? Allah sendiri yang menguak caranya: “…Kami menjadikan Al Qur'an itu CAHAYA, yang Kami tunjuki dengan CAHAYA itu siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk (dengan CAHAYA itu) kepada jalan yang lurus.” (42:52)

4). Di ayat 19, Allah menyebut diri-Nya مُحِيطٌ (muhiyth, Maha Meliputi); sementara di ayat 20 ini Dia menyebut diri-Nya قَدِيرٌ (qadiyr, Maha Menguasai). Apabila kita kembali kepada pembahasan tadi bahwa segala sesuatu adalah Rahman-Nya dan Cahaya-Nya sehingga tidak ada satupun entitas yang bukan Rahman-Nya yang memancar sebagai Cahaya-Nya, maka sejauh jangkauan Rahman-Nya dan Cahaya-Nya sejauh itu pula Kekuasaan-Nya Meliputi. Sehingga orang kafir dan munafiq bisa menampik-Nya ‘keluar’ dari kesadaranya tetapi mereka sendiri tidak akan pernah mampu keluar dari liputan kekuasaan-Nya. Sebab DIRI-nya (sendiri)—yang menjadi tempat mencuatnya kesadarannya itu—adalah juga (berasal dari) DIRI-Nya (Tuhannya). Allah menggunakan kata مُحِيطٌ (muhiyth, Maha Meliputi) karena Dia hendak menginformasikan ketidakmampuan orang-orang yang menentang-Nya untuk melarikan diri dari jangkauan-Nya. Dan Allah menggunakan kata قَدِيرٌ (qadiyr, Maha Menguasai) karena Dia hendak menyampaikan bahwa orang-orang yang menentang-Nya tidak akan pernah mampu melawan kekuasaan-Nya.


AMALAN PRAKTIS
Di dalam diri setiap kita ada bashirah. Bashirah inilah yang membuat kita berkesadaran, mempersepsi dan mengidentifikasi. Tanpa bashirah, hidup bukanlah hidup, manusia bukanlah manusia. Tetapi ketahuilah, bashirah itu bisa mati di dalam jasad yang hidup; lahirlah zombie (mayat berjalan). Dan untuk menghidupkannya kembali, caranya cuma satu: hidupkan kembali kesadaran Anda bahwa Anda butuh CAHAYA-Nya.

Monday, November 5, 2012

05/11 BACA : KOLOSE 3 : 18; 4 : 1

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. —Kolose 4:1
 
Yohanes 11 - 13
_______________________________________________________

Lebih Dari Sekedar Adil Dan Jujur 

 

Pada abad ke-19, kondisi kerja di Inggris begitu mengerikan. Pria, wanita, dan anak-anak bekerja di pabrik-pabrik yang berbahaya sepanjang hari, dan malam harinya pulang ke pemukiman yang kumuh dan padat. Banyak pemilik pabrik yang tidak peduli dengan kesejahteraan karyawan mereka.


Namun pada masa itu, para pemilik pabrik cokelat Cadbury punya sikap yang berbeda. Sebagai penganut keyakinan Quakers (suatu aliran gereja Kristen) dan wirausahawan yang ahli, mereka memusatkan perhatian untuk memperbaiki kondisi kerja dari 200 orang karyawan mereka. Keluarga Cadbury membangun sebuah pabrik yang canggih dengan tempat ganti pakaian yang memiliki penghangat ruangan, sebuah dapur, dan tempat untuk bersantai. Dan untuk memenuhi kebutuhan rohani para karyawan, setiap hari kerja diawali dengan pendalaman Alkitab.


Kolose 4:1 berkata, “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” Jelas bahwa keluarga Cadbury berupaya untuk memperlakukan karyawan mereka dengan adil dan jujur. Namun sudut pandang surgawi yang dimiliki keluarga Cadbury memotivasi mereka untuk melangkah lebih jauh dengan memenuhi kebutuhan fisik dan rohani karyawan mereka.
Kita mungkin tidak memiliki perusahaan, tetapi kita berhubungan dengan beragam orang setiap harinya. Sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk bersikap etis dalam pergaulan kita. Dengan kemampuan yang Tuhan berikan, kita juga dapat mempedulikan kesejahteraan sesama melalui doa, dukungan dan dorongan semangat, serta upaya memenuhi kebutuhan jasmani mereka (Gal. 6:10). —HDF

Tuhan, terima kasih karena Engkau mengasihi dan memenuhi
kebutuhan kami. Engkau sering membawa orang yang membutuhkan
kasih dan pemeliharaan-Mu ke dalam hidup kami. Beri kami hikmat
untuk menolong mereka agar kami dapat membagikan kebaikan-Mu.

Allah memberkati kita supaya kita dapat memberkati orang lain.

3 HAL YANG MERUSAK PLANET BUMI DAN SALAH SATU CARA UNTUK MENYELAMATKANNYA

 Apa Saja Yang Dapat Merusak Planet Bumi?

1. Global Warming

Apa itu Global Warming (Pemanasan Global) ?

Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat? Penyebab Pemanasan Global Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.

Musim panas yang berkepanjangan yang semestinya musim hujan ? Kenyataannya saat ini menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak
terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global).

2. Greenhouse Effect 

Pernahkan anda mendengar Greenhouse Effect atau Efek rumah kaca ?

Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik. Sumber Energi Bumi yang biasa kita perlukan untuk kegiatan sehari hari adalah Minyak Bumi.

Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat,dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang
cukup. Lihat Gambar 1 untuk melihat cara kerja gas rumah kaca.

Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa
keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Gas rumah kaca bersifat tidak reaktif (inert) dan memiliki waktu tinggal yang sangat lama di atmosfer (dapat mencapai ratusan tahun). Oleh karena itu, gas ini dapat bertahan sangat lama di atmosfer dan bersifat akumulatif sehingga efek rumah kaca yang diakibatkan akan sangat berbahaya jika emisinya tidak terkendali.
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.

Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

3. Carbon Footprint

 Apa itu Carbon Footprint (Jejak Karbon) ?

Semakin sulitnya kita menemukan sumber daya alam seperti energi minyak bumi
yang semakin lama ternyata kian tipis. Kenyataan ini terbukti untuk Indonesia,
yang telah empat puluh tahun menjadi eksportir minyak, kemudian menjadi
importer, karena produksi minyak Indonesia di bawah 1 juta barel per hari.

Ketika terjadi penipisan sumber daya minyak bumi, sementara kebutuhan tetap
tinggi, kelangkaan akan terjadi sehingga hukum ekonomi tentang pasokan (supply)
dan permintaan (demand) berlaku dalam hal ini. Secara global, selain sumber daya
minyak) yang semakin tipis, pertumbuhan ekonomi dan populasi penduduk bumi yang
semakin pesat juga akan memicu krisis energi dunia. Sebab, fakta yang berlaku,
ketika pertumbuhan ekonomi maju, hal ini akan segera mengubah perilaku manusia
dalam peningkatan konsumsi energi dan gaya hidup.

Pada masa sekarang, sesuai dengan life style kebanyakan semua orang cenderung ingin
hidup lebih nyaman: mereka membeli mobil, kendaraan bermotor, memasak menggunakan
minyak tanah dan gas, menggunakan AC (pendingin) atau pemanas udara yang semuanya
menggunakan energi minyak bumi yang notabene tidak dapat tergantikan, karena minyak
bumi yang diambil dari fosil seperti bahan bakar minyak mentah.

Efek negatif dari energi ini akan menghasilkan pencemaran lingkungan berupa emisi
karbon  dioksida (CO2), yang memicu perubahan iklim dan pemanasan global.

Di Indonesia, tren pemakaian mobil tidak berkurang. Ketika harga minyak naik,
masyarakat kelas menengah berlomba-lomba membeli mobil, karena khawatir harga mobil
pun akan melonjak. Jadi, perilaku manusia modern yang cenderung ingin bergaya hidup
"lebih baik" semakin melaju pesat.

Peningkatan ekonomi berdampak pada kemampuan daya beli dan tren konsumen modern
untuk mengikuti jejak negara-negara maju.Perilaku yang tidak berubah ini akan terus
menjebak kita semua pada persoalan krisis energi dan lingkungan yang berkelanjutan. Jadi, krisis energi dan lingkungan adalah dua sisi dari satu mata uang. Di lain pihak, perubahan perilaku tecermin dari gaya hidup: bahwa setiap individu manusia di muka bumi ikut berkontribusi mencemari bumi dan membuat penipisan sumber daya alam.

Salah satu tolok ukur yang dapat memberikan penyadaran pada kita (secara individu),
keluarga, maupun kolektif adalah mengukur Carbon Footprint. Kita bisa pula menghitung
Carbon Footprint dengan mengkalkulasi perjalanan sebuah produk yang awalnya datang dari
pabrik yang mengolahnya dengan energi (mengeluarkan emisi karbon) hingga produk tersebut
sampai di toko.

Carbon Footprint biasanya dihitung dalam jumlah ton karbon atau ton karbon dioksida
yang dikeluarkan dalam satu tahun. Banyak versi cara menghitung jejak karbon ini.
Yang jelas, cara ini akan memberikan gambaran berapa sesungguhnya jumlah  sumber
daya alam yang langsung digunakan, mengkonversinya dengan emisi karbon yang terlepas,
dan dengan demikian diharapkan manusia bisa membatasi diri untuk tidak berperilaku
boros dan konsumtif.

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menyelamatkan Planet Bumi?

1. 3R


Pernah kah anda mendengar 3 R ?
3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle.
  • Reduce berarti kita mengurangi sampah yang kita hasilkan atau mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan . Kamu dapat melakukan Reduce dengan cara  : kurangi belanja barang-barang yang anda yang tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju / celana baru, aksesoris - aksesoris, Kurangi penggunaan kertas tissue dengan menggantinya dengan sapu tangan karena akan dapat dipakai ulang dengan mencucinya, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan melakukan print preview sebelum mencetak, biasakan membaca koran online, karena semua itu nanti ujung - ujungnya akan menjadi sampah.
  • Reuse sendiri berarti menggunakan kembali seperti baju lama kamu bisa digunakan kembali dengan merubah model atau nemambah kain dari baju-baju bekas yang akhirnya kelihatan menarik dan kamu bisa pakai kembali. atau  baju lama kamu bisa  kamu berikan kepaa orang lain yang membutuhkan
  • Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah mu, misalnya  bekas botol plastik air minum bisa kamu gunakan sebagai pot tanaman, atau kamu bisa juga mendaur ulang kertas bekas untuk digunakan sebagai bahan  kerajinan. Pernahkan kamu melihat tempat yang berdampingan dengan tulisan Organik dan Anorganik ? tujuannya adalah sebisa mungkin kamu bisa memisahkan sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sayuran, kulit buah, dan daun. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/ hancur) secara alami. Sedangkan sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian.Sampah Kerinmana sampah yang bisa di daur ulang atau tidak bisa di daur ulang

 

2. Go Green

Begitu anda mendengar kalimat Go Green tentunya anda tidak asing lagi dan mungkin anda terbayang dengan pohon atau dedaunan yang hijau, rumput atau ilalang yang berwarna kehijauan, ramah lingkungan dll. Setelah anda membaca penjelasan di menu Save Our Planet yaitu : Global Warming, Carbon Footprint dan Greenhouse Effect maka kini saatnya kita mengenali apa itu Go Green ?.

Go Green adalah tindakan penyelamatan Bumi yang saat ini sudah mengalami pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Untuk itu marilah kita bertindak dan melakukan penyelamatan Bumi yang kita tempati ini agar nyaman dan bersahabat seperti jaman nenek moyang kita pada jaman dahulu. Dengan kemajuan jaman pada saat ini banyak produk yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak alam dan lingkungan karena banyak bahan bahan yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu Life style  dari kita juga berpengaruh terhadap lingkungan seperti pemakaian ac, banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan kantong plastik dll. Kita akan bahas satu persatu tindakan Go Green atau pencegahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan Bumi ini agar menjadi Hijau dan Segar.

Bahkan saat ini mulai mulai banyak program go green dikembangkan oleh perusahaan di Indonesia. Walau di Indonesia sendiri belum ada peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk melakukannya.  Dalam pidatonya di Pittsurgh pada Desember 2009, SBY mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada 2020. Komitmen ini tentu saja merupakan perkembangan positif dari keinginan Indonesia untuk menjalankan program Go Green. Beberapa perusahaan besar yang mulai melakukan program Go Green adalah Pertamina, Panasonic, Toyota, Danamon,  & Telkom.

Beberapa contoh dari program Go Green yang telah dilakukan adalah program dari Toyota yang melakukan penanaman pohon, serta pelatihan bagaimana membuat tempat Biopori dan daur ulang sampah dan dari Perusahaan  Telkom sudah aktif menanam pohon lebih 6.000 pohon lebih untuk mensukseskan Batam Green & Clean di beberapa lokasi sejak 2008 hingga 2009, Sony Ericsson merupakan perusahaan telepon genggam dengan cara agar seluruh telepon genggamnya dapat di recycle. Apple sebagai merk ternama di dunia pun tidak mau tertinggal dalam mengembangkan produk yang ramah lingkungan, pengilangan beberapa zat yang berbahaya bagi bagi lingkungan pun mulai dilakukan. Cadmium, arsenik, merkuri, dan PVC merupakan contoh dari zat yang mulai maupun sudah dihilangkan dari produk Apple. Selain itu Apple juga melakukan recycle terhadap produk mereka. Pada tahun 2006 mereka dapat me-recycle 13 juta pound.

MEMBELI WAKTU

Seperti biasa, Darwin, seorang direktur sebuah perusahaan ternama yang sangat sibuk, pulang larut malam. Tak seperti biasanya, Galang, putra pertamanya yang baru duduk dikelas dua SD yang sudah lama menunggu kepulangannya langsung membukakan pintu.
‘Lho.. Kok belum tidur?’ tanya Darwin dengan sedikit kaget melihat putranya yang membukakan pintu. Biasanya saat Darwin pulang dari kantor Galang sudah tertidur lelap dan mereka akan bertemu keesokan paginya saat Galang akan pergi ke sekolah.
‘Galang menunggu Papa’
‘Emang mau ngapain?’
‘Galang mau tanya berapa gaji Papa?’
‘Kok nanya-nanya gaji Papa, buat apa?’
‘Cuma pengen tau aja’
‘Ah.. sudahlah, pergi tidur sana, sudah malam’
‘Nggak mau Pa, jawab dulu’
‘Hm.. baiklah, Papa digaji 12 juta perbulan dengan jam kerja 10 jam perhari’
Mendengar jawaban itu, Galang lari ke kamarnya. Tak lama, ia kembali dengan sebuah pena dan selembar kertas berisi hasil sebuah perhitungan. ‘Barusan Galang menghitung-hitung gaji Papa dan ternyata Papa dibayar 40 ribu rupiah perjam, termasuk pada hari sabtu dan minggu’
‘Wah, anak Papa memang pintar, tapi buat apa Galang hitung gaji Papa?
Bukannya menjawab pertanyaan Papanya, tapi Galang malah meminjam uang 5 ribu rupiah.
‘Buat apa malam-malam begini minta uang?’
‘Bukan minta Pa, minjam’
‘Iya, buat apa? Beli mainan? Mana ada malam-malam begini?’
‘Lima ribu aja Pa, nanti Galang ganti dari hasil menabung’
‘Sudahlah, pergi tudur sana’
‘Tidak mau Pa, Galang belum ngantuk’
‘Sudah malam Galang, besok aja ya’
‘Lima ribu aja Pa, Galang butuhnya malam ini’
Kesabaran Darwin habis. ‘Papa bilang tidur!’ Galang terkejut akan hardikan Papanya dan berlari sambil menangis menuju kamarnya.
Selepas mandi, Darwin menyesali sikapnya tadi dan mendatangi kamar tidur anaknya. Ternyata Galang belum tidur, ia masih terisak dibalik selimut.
Darwin mengelus kepala anaknya, ‘Maafkan Papa ya, Papa sayang kok sama Galang, sayaaang banget. Emangnya uang lima ribu buat apa?’
‘Galang nggak minta uang Pa, tapi minjam’
‘Iya sayang, tapi buat apa?’
‘Galang menunggu Papa sejak sore tadi. Tapi ibu sering bilang bahwa waktu Papa sangat berharga. Karena itu Galang perlu tahu berapa gaji Papa. Ternyata perusahaan membayar waktu Papa yang berharga itu 40 ribu rupiah perjam. Itu berarti 20 ribu rupiah untuk setengah jam. Galang pinjam 5 ribu karena Galang cuma punya uang 15 ribu. Galang mau beli waktu papa setengah jam aja untuk ajak Papa main ular tangga.
Darwin terdiam, ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya pria kecil itu erat-erat dengan perasaan haru dan menyesal. Ia baru menyadari bahwa limpahan harta tidaklah cukup untuk membeli kebahagiaan anaknya.
———
Seringkali kita tidak menyadari apa yang dibutuhkan orang terdekat kita secara benar. Kita selalu merasa sudah bertindak dan berperilaku dengan benar, dan sudah memenuhi semua kebutuhan mereka tanpa pernah mencari tahu apa sesungguhnya yang mereka butuhkan.

Sesungguhnya, berapapun banyaknya uang yang kau miliki tak akan mampu untuk membeli kebahagiaan untuk dirimu dan orang-orang disekitarmu.

05/11 THREE GREATEST TREASURES

“I have just three things to teach: simplicity, patience, compassion. These three are your greatest treasures.” ~Lao Tzu