Showing posts with label ENVIRONMENTS. Show all posts
Showing posts with label ENVIRONMENTS. Show all posts
Monday, December 17, 2012
KERUSAKAN PADA LINGKUNGAN HIDUP
Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.
Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.
a. Faktor alami
Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.
b. Faktor buatan (tangan jahil manusia)
Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.
Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
a. Penanaman kembali hutan yang gundul
b. Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah di sembarang tempat
c. Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan
d. Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
e. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan lingkungan
Monday, November 26, 2012
10 TIPS MENJAGA LINGKUNGAN
1. Selamatkan Hutan!
- Kurangi pemakaian kertas. Kalau bisa menggunakan flashdisk atau harddisk dalam menyimpan data, dan sebaiknya tidak usah dicetak. Kalaupun terpaksa dicetak, gunakan kertas bekas dan cetak bolak-balik.
- Bawa sumpit sendiri (bukan sumpit jenis kayu) kemana-mana untuk mengurangi sumpit kayu.
2. Hijaukan Bumi!
Mulailah dengan mengajarkan anak-anak sejak dini, untuk mencintai pohon/tanaman. Beri souvenier yang menanamkan semangat Go Green pada acara ulang tahun, misalnya dengan memberi pot dan benih tanaman atau pot dengan sendok-garpu taman, serta menggunakan tas kain sebagai pembungkusnya.
3. Selamatkan Udara!
Gunakan BBM tanpa timbal untuk mengurangi polusi udara.
4. Selamatkan Ozon!
Hindari pemakaian AC yang berlebihan. Selain boros listrik, freonnya juga mengancam ozon bumi. Faktanya, kipas angin 98% lebih hemat ketimbang pendingin udara lainnya.
5. Hemat Listrik!
- Matikan lampu yang tidak digunakan siang hari dan buka jendela lebar-lebar. Sinar matahari dan udara segar pastinya lebih menyehatkan.
- Cabut charger laptop, HP maupun perangkat elektronik lainnya. Charger/elektronik apapun, dalam keadaan standby, tetap mengkonsumsi listrik.
6. Hemat BBM!
- Kurangi pemakaian kendaraan bermotor berarti kurangi konsumsi BBM, dan berdampak pada kurangi kemacetan. Naik sepeda! Lebih sehat, dan lebih cepat tiba di tempat.
7. Buang Sampah pada Tempatnya!
Jangan membuang sampah sembarangan ke jalan raya/parkiran (melalui jendela mobil, jendela rumah, atau balkon), APALAGI KE GOT/KALI/SUNGAI! Ingat, banjir mengintai! Sampah hanya boleh dibuang di satu tempat yang benar: tong sampah!
8. Pisahkan Sampah Organik & Non-Organik!
- Gunakan sampah organik untuk membuat pupuk. Selain menghemat biaya, kita turut membantu pengolahan sampah dengan benar.
- Kempeskan minuman kotak atau dus packaging untuk menghemat space sampah dan mempermudah pemilahan sampah.
9. Diet Plastik!
- Biasakan bawa tas jinjing, ransel atau apa pun ketika belanja/shopping. Tolak halus kasir yang menaruh barang belanjaan kita di kantung plastik. Tentunya kita semua sudah mengetahui, bahwa memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik!
- Biasakan membawa tumbler sendiri untuk mengisi minuman. Bawa tumbler sendiri sama dengan meminimalisasi penggunaan plastik sebagai wadah air minum kita.
10. Tontonlah film “Inconvenient Truth” bersama keluarga dan anak-anak.
Monday, November 5, 2012
3 HAL YANG MERUSAK PLANET BUMI DAN SALAH SATU CARA UNTUK MENYELAMATKANNYA
Apa Saja Yang Dapat Merusak Planet Bumi?
1. Global Warming
Musim
panas yang berkepanjangan yang semestinya musim hujan ? Kenyataannya
saat ini menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang
mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di
sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan
fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak
terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global).
2. Greenhouse Effect
Salah
satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas
rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita
alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas
rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik
modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik. Sumber Energi Bumi
yang biasa kita perlukan untuk kegiatan sehari hari adalah Minyak Bumi.
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat,dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang
cukup. Lihat Gambar 1 untuk melihat cara kerja gas rumah kaca.
Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa
keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Gas rumah kaca bersifat tidak reaktif (inert) dan memiliki waktu tinggal yang sangat lama di atmosfer (dapat mencapai ratusan tahun). Oleh karena itu, gas ini dapat bertahan sangat lama di atmosfer dan bersifat akumulatif sehingga efek rumah kaca yang diakibatkan akan sangat berbahaya jika emisinya tidak terkendali.
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.
Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
3. Carbon Footprint
Apa itu Carbon Footprint (Jejak Karbon) ?
Semakin sulitnya kita menemukan sumber daya alam seperti energi minyak bumi
yang semakin lama ternyata kian tipis. Kenyataan ini terbukti untuk Indonesia,
yang telah empat puluh tahun menjadi eksportir minyak, kemudian menjadi
importer, karena produksi minyak Indonesia di bawah 1 juta barel per hari.
Ketika terjadi penipisan sumber daya minyak bumi, sementara kebutuhan tetap
tinggi, kelangkaan akan terjadi sehingga hukum ekonomi tentang pasokan (supply)
dan permintaan (demand) berlaku dalam hal ini. Secara global, selain sumber daya
minyak) yang semakin tipis, pertumbuhan ekonomi dan populasi penduduk bumi yang
semakin pesat juga akan memicu krisis energi dunia. Sebab, fakta yang berlaku,
ketika pertumbuhan ekonomi maju, hal ini akan segera mengubah perilaku manusia
dalam peningkatan konsumsi energi dan gaya hidup.
Pada masa sekarang, sesuai dengan life style kebanyakan semua orang cenderung ingin
hidup lebih nyaman: mereka membeli mobil, kendaraan bermotor, memasak menggunakan
minyak tanah dan gas, menggunakan AC (pendingin) atau pemanas udara yang semuanya
menggunakan energi minyak bumi yang notabene tidak dapat tergantikan, karena minyak
bumi yang diambil dari fosil seperti bahan bakar minyak mentah.
Efek negatif dari energi ini akan menghasilkan pencemaran lingkungan berupa emisi
karbon dioksida (CO2), yang memicu perubahan iklim dan pemanasan global.
Di Indonesia, tren pemakaian mobil tidak berkurang. Ketika harga minyak naik,
masyarakat kelas menengah berlomba-lomba membeli mobil, karena khawatir harga mobil
pun akan melonjak. Jadi, perilaku manusia modern yang cenderung ingin bergaya hidup
"lebih baik" semakin melaju pesat.
Peningkatan ekonomi berdampak pada kemampuan daya beli dan tren konsumen modern
untuk mengikuti jejak negara-negara maju.Perilaku yang tidak berubah ini akan terus
menjebak kita semua pada persoalan krisis energi dan lingkungan yang berkelanjutan. Jadi, krisis energi dan lingkungan adalah dua sisi dari satu mata uang. Di lain pihak, perubahan perilaku tecermin dari gaya hidup: bahwa setiap individu manusia di muka bumi ikut berkontribusi mencemari bumi dan membuat penipisan sumber daya alam.
Salah satu tolok ukur yang dapat memberikan penyadaran pada kita (secara individu),
keluarga, maupun kolektif adalah mengukur Carbon Footprint. Kita bisa pula menghitung
Carbon Footprint dengan mengkalkulasi perjalanan sebuah produk yang awalnya datang dari
pabrik yang mengolahnya dengan energi (mengeluarkan emisi karbon) hingga produk tersebut
sampai di toko.
Carbon Footprint biasanya dihitung dalam jumlah ton karbon atau ton karbon dioksida
yang dikeluarkan dalam satu tahun. Banyak versi cara menghitung jejak karbon ini.
Yang jelas, cara ini akan memberikan gambaran berapa sesungguhnya jumlah sumber
daya alam yang langsung digunakan, mengkonversinya dengan emisi karbon yang terlepas,
dan dengan demikian diharapkan manusia bisa membatasi diri untuk tidak berperilaku
boros dan konsumtif.
Lalu Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menyelamatkan Planet Bumi?
1. 3R
Pernah kah anda mendengar 3 R ?
3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle.
Go
Green adalah tindakan penyelamatan Bumi yang saat ini sudah mengalami
pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Untuk itu marilah
kita bertindak dan melakukan penyelamatan Bumi yang kita tempati ini
agar nyaman dan bersahabat seperti jaman nenek moyang kita pada jaman
dahulu. Dengan kemajuan jaman pada saat ini banyak produk yang tidak
ramah lingkungan dan dapat merusak alam dan lingkungan karena banyak
bahan bahan yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu
Life style dari kita juga berpengaruh terhadap lingkungan seperti
pemakaian ac, banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan kantong plastik
dll. Kita akan bahas satu persatu tindakan Go Green atau pencegahan apa
saja yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan Bumi ini agar menjadi
Hijau dan Segar.
Bahkan saat ini mulai mulai banyak
program go green dikembangkan oleh perusahaan di Indonesia. Walau di
Indonesia sendiri belum ada peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk
melakukannya. Dalam pidatonya di Pittsurgh pada Desember 2009, SBY
mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada 2020. Komitmen ini tentu
saja merupakan perkembangan positif dari keinginan Indonesia untuk
menjalankan program Go Green. Beberapa perusahaan besar yang mulai
melakukan program Go Green adalah Pertamina, Panasonic, Toyota, Danamon,
& Telkom.
1. Global Warming
Apa itu Global Warming (Pemanasan Global) ?
Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat? Penyebab Pemanasan Global Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global).
2. Greenhouse Effect
Pernahkan anda mendengar Greenhouse Effect atau Efek rumah kaca ?
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat,dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang
cukup. Lihat Gambar 1 untuk melihat cara kerja gas rumah kaca.
Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa
keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Gas rumah kaca bersifat tidak reaktif (inert) dan memiliki waktu tinggal yang sangat lama di atmosfer (dapat mencapai ratusan tahun). Oleh karena itu, gas ini dapat bertahan sangat lama di atmosfer dan bersifat akumulatif sehingga efek rumah kaca yang diakibatkan akan sangat berbahaya jika emisinya tidak terkendali.
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.
Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
3. Carbon Footprint
Apa itu Carbon Footprint (Jejak Karbon) ?
yang semakin lama ternyata kian tipis. Kenyataan ini terbukti untuk Indonesia,
yang telah empat puluh tahun menjadi eksportir minyak, kemudian menjadi
importer, karena produksi minyak Indonesia di bawah 1 juta barel per hari.
Ketika terjadi penipisan sumber daya minyak bumi, sementara kebutuhan tetap
tinggi, kelangkaan akan terjadi sehingga hukum ekonomi tentang pasokan (supply)
dan permintaan (demand) berlaku dalam hal ini. Secara global, selain sumber daya
minyak) yang semakin tipis, pertumbuhan ekonomi dan populasi penduduk bumi yang
semakin pesat juga akan memicu krisis energi dunia. Sebab, fakta yang berlaku,
ketika pertumbuhan ekonomi maju, hal ini akan segera mengubah perilaku manusia
dalam peningkatan konsumsi energi dan gaya hidup.
Pada masa sekarang, sesuai dengan life style kebanyakan semua orang cenderung ingin
hidup lebih nyaman: mereka membeli mobil, kendaraan bermotor, memasak menggunakan
minyak tanah dan gas, menggunakan AC (pendingin) atau pemanas udara yang semuanya
menggunakan energi minyak bumi yang notabene tidak dapat tergantikan, karena minyak
bumi yang diambil dari fosil seperti bahan bakar minyak mentah.
Efek negatif dari energi ini akan menghasilkan pencemaran lingkungan berupa emisi
karbon dioksida (CO2), yang memicu perubahan iklim dan pemanasan global.
Di Indonesia, tren pemakaian mobil tidak berkurang. Ketika harga minyak naik,
masyarakat kelas menengah berlomba-lomba membeli mobil, karena khawatir harga mobil
pun akan melonjak. Jadi, perilaku manusia modern yang cenderung ingin bergaya hidup
"lebih baik" semakin melaju pesat.
Peningkatan ekonomi berdampak pada kemampuan daya beli dan tren konsumen modern
untuk mengikuti jejak negara-negara maju.Perilaku yang tidak berubah ini akan terus
menjebak kita semua pada persoalan krisis energi dan lingkungan yang berkelanjutan. Jadi, krisis energi dan lingkungan adalah dua sisi dari satu mata uang. Di lain pihak, perubahan perilaku tecermin dari gaya hidup: bahwa setiap individu manusia di muka bumi ikut berkontribusi mencemari bumi dan membuat penipisan sumber daya alam.
Salah satu tolok ukur yang dapat memberikan penyadaran pada kita (secara individu),
keluarga, maupun kolektif adalah mengukur Carbon Footprint. Kita bisa pula menghitung
Carbon Footprint dengan mengkalkulasi perjalanan sebuah produk yang awalnya datang dari
pabrik yang mengolahnya dengan energi (mengeluarkan emisi karbon) hingga produk tersebut
sampai di toko.
Carbon Footprint biasanya dihitung dalam jumlah ton karbon atau ton karbon dioksida
yang dikeluarkan dalam satu tahun. Banyak versi cara menghitung jejak karbon ini.
Yang jelas, cara ini akan memberikan gambaran berapa sesungguhnya jumlah sumber
daya alam yang langsung digunakan, mengkonversinya dengan emisi karbon yang terlepas,
dan dengan demikian diharapkan manusia bisa membatasi diri untuk tidak berperilaku
boros dan konsumtif.
Lalu Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menyelamatkan Planet Bumi?
1. 3R
Pernah kah anda mendengar 3 R ?
3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle.
- Reduce berarti kita mengurangi sampah yang kita hasilkan atau mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan . Kamu dapat melakukan Reduce dengan cara : kurangi belanja barang-barang yang anda yang tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju / celana baru, aksesoris - aksesoris, Kurangi penggunaan kertas tissue dengan menggantinya dengan sapu tangan karena akan dapat dipakai ulang dengan mencucinya, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan melakukan print preview sebelum mencetak, biasakan membaca koran online, karena semua itu nanti ujung - ujungnya akan menjadi sampah.
- Reuse sendiri berarti menggunakan kembali seperti baju lama kamu bisa digunakan kembali dengan merubah model atau nemambah kain dari baju-baju bekas yang akhirnya kelihatan menarik dan kamu bisa pakai kembali. atau baju lama kamu bisa kamu berikan kepaa orang lain yang membutuhkan
- Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah mu, misalnya bekas botol plastik air minum bisa kamu gunakan sebagai pot tanaman, atau kamu bisa juga mendaur ulang kertas bekas untuk digunakan sebagai bahan kerajinan. Pernahkan kamu melihat tempat yang berdampingan dengan tulisan Organik dan Anorganik ? tujuannya adalah sebisa mungkin kamu bisa memisahkan sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sayuran, kulit buah, dan daun. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/ hancur) secara alami. Sedangkan sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian.Sampah Kerinmana sampah yang bisa di daur ulang atau tidak bisa di daur ulang
2. Go Green
Begitu anda mendengar kalimat Go Green
tentunya anda tidak asing lagi dan mungkin anda terbayang dengan pohon
atau dedaunan yang hijau, rumput atau ilalang yang berwarna kehijauan,
ramah lingkungan dll. Setelah anda membaca penjelasan di menu Save Our
Planet yaitu : Global Warming, Carbon Footprint dan Greenhouse Effect
maka kini saatnya kita mengenali apa itu Go Green ?.
Beberapa contoh dari program Go Green
yang telah dilakukan adalah program dari Toyota yang melakukan penanaman
pohon, serta pelatihan bagaimana membuat tempat Biopori dan daur ulang
sampah dan dari Perusahaan Telkom sudah aktif menanam pohon lebih 6.000
pohon lebih untuk mensukseskan Batam Green & Clean di beberapa
lokasi sejak 2008 hingga 2009, Sony Ericsson merupakan perusahaan
telepon genggam dengan cara agar seluruh telepon genggamnya dapat di
recycle. Apple sebagai merk ternama di dunia pun tidak mau tertinggal
dalam mengembangkan produk yang ramah lingkungan, pengilangan beberapa
zat yang berbahaya bagi bagi lingkungan pun mulai dilakukan. Cadmium,
arsenik, merkuri, dan PVC merupakan contoh dari zat yang mulai maupun
sudah dihilangkan dari produk Apple. Selain itu Apple juga melakukan
recycle terhadap produk mereka. Pada tahun 2006 mereka dapat me-recycle
13 juta pound.
Monday, October 29, 2012
LEBAH TAK SUKA BERBUAT KERUSAKAN
Rasulullah saw. “Perumpamaan
orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan
sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak
atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)
“Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”
Antara lain, lebah senantiasa menjaga diri dengan mencari, memilih, dan memakan yang bersih dan baik.
Lebah selalu memakan saripati bunga.
Yang dikeluarkan lebah juga sangat bermanfaat bagi manusia. Contohnya, madu yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Setiap lebah adalah pekerja keras, tanpa menunggu bertopang dagu dan menunggu belas kasihan. Hidup dengan mengedepankan persatuan dan menghindari pertengkaran dengan sesamanya juga ciri khas penting dari kehidupan lebah.
Yang tak kalah pentingnya adalah, bila tidak diganggu, lebah tak akan mengganggu. Namun bila diganggu, mereka akan mengejar kemanapun pengganggunya lari.
Itu beberapa perilaku Lebah yang patut diteladani manusia.
Sesungguhnya dari alam kita bisa belajar banyak (ayat-ayat Kauniyah)

“Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”
Antara lain, lebah senantiasa menjaga diri dengan mencari, memilih, dan memakan yang bersih dan baik.
Lebah selalu memakan saripati bunga.
Yang dikeluarkan lebah juga sangat bermanfaat bagi manusia. Contohnya, madu yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Setiap lebah adalah pekerja keras, tanpa menunggu bertopang dagu dan menunggu belas kasihan. Hidup dengan mengedepankan persatuan dan menghindari pertengkaran dengan sesamanya juga ciri khas penting dari kehidupan lebah.
Yang tak kalah pentingnya adalah, bila tidak diganggu, lebah tak akan mengganggu. Namun bila diganggu, mereka akan mengejar kemanapun pengganggunya lari.
Itu beberapa perilaku Lebah yang patut diteladani manusia.
Sesungguhnya dari alam kita bisa belajar banyak (ayat-ayat Kauniyah)

GO ORGANIC!
When
it comes to buying fruits and vegetables that go easy on the earth,
it's hard to beat organic. But what does organic really mean?
"Organic" refers to an earth friendly way of farming and processing foods using no synthetic chemicals to control bugs or weeds. Organic farming usually involves farming methods that help conserve soil and protect water supplies. Many organic farmers also plant specific bushes and flowers to attract beneficial insects and ward off unwanted pests. Milk and dairy products from cows that are not treated with hormones and antibiotics and are given organic feed are considered organic. If your food store doesn't yet carry organic food, ask the manager to explore the possibilities. You can also refer the manager to local organic farmers who would be eager to supply more stores with healthy produce.
"Organic" refers to an earth friendly way of farming and processing foods using no synthetic chemicals to control bugs or weeds. Organic farming usually involves farming methods that help conserve soil and protect water supplies. Many organic farmers also plant specific bushes and flowers to attract beneficial insects and ward off unwanted pests. Milk and dairy products from cows that are not treated with hormones and antibiotics and are given organic feed are considered organic. If your food store doesn't yet carry organic food, ask the manager to explore the possibilities. You can also refer the manager to local organic farmers who would be eager to supply more stores with healthy produce.
- Most Important to Buy Organic: If you are picking and choosing the organic foods you buy keep in mind that not all organics are equal. Many fruits and veggies have been shown to have high levels of chemicals. Apples, bell peppers, celery, cherries, grapes (imported), nectarines, peaches, pears, potatoes, spinach, and strawberries all can have high levels of pesticide residue. Check out www.foodnews.org for more info and to get a copy of their free guide "Pesticides in Produce." Organic meat, eggs, and dairy don’t have toxins or agents believed to cause mad cow disease that non-organics might have. Consider organic baby food. Children are far more sensitive to low concentrations of toxic chemicals because of their developing organs and high metabolism.
- Least Important to Buy Organic: While it would be nice to support organic farming all the time there are fewer environmental health reasons for buying organic asparagus, avocados, bananas, broccoli, cauliflower, corn, kiwi, mangos, onions, papaya, pineapples, and sweet peas. They all have consistently low levels of pesticide residue. Organic seafood can still contain mercury and other contaminants. Avoid fish high in mercury (like tuna and swordfish). Visit www.oceansalive.org for healthy fish. Cosmetics, lotions, and other personal care products labeled organic may only have a small fraction of organic ingredients. If you want to get more info rmation about toxics that may be present in your cosmetics check out www.ewg.org.
- Benefits to Buying Organic: You’ve heard the old adage that you should wash your produce before you eat it, but why? Farms that use pesticides are permitted to distribute produce that have pesticide residue on the outside. While a single piece of organic fruit or vegetable produce may not carry specific health benefits over purchasing a non-organic product of the same variety, the way this produce is farmed certainly does. Because pesticides aren't used on plants and hormones aren't fed to animals, organic farming is much safer and healthier for the environment. ~ copas from : http://www.earthshare.org
Monday, October 22, 2012
TIPS MENCIPTAKAN RUMAH BERWAWASAN LINGKUNGAN
Green Tips
Modifikasi rumah ramah lingkungan kian menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, biayanya kini juga lebih terjangkau. Rumah berwawasan lingkungan terbukti bisa meningkatkan nilai jual, penampilan bahkan masa pakai properti Anda.
Modifikasi rumah hijau kini tidak hanya diterapkan oleh perseorangan namun juga oleh investor properti komersial. Merenovasi rumah hijau dengan strategi yang tepat mampu meningkatkan imbal hasil investasi Anda (ROI). Imbal hasil properti Anda juga tergantung pada jenis perawatan atau renovasi bangunan serta lingkungan dan masyarakat sekitar.
Berikut lima tips untuk menghijaukan dan meningkatkan nilai investasi rumah Anda:
1. Gunakan lampu hemat energi
Sampai masa pakainya berakhir, lampu hemat energi mampu menghemat biaya hingga Rp300.000 (US$30). Walau pada awalnya terkesan mahal, lampu hemat energi jauh lebih hemat dibanding lampu biasa. Mengganti lampu Anda dengan lampu hemat energi adalah cara paling mudah dan efektif menciptakan rumah ramah lingkungan.
2. Ganti perabot elektronik lama Anda
Cara lain untuk menciptakan rumah berwawasan lingkungan adalah dengan mengganti perabot elektronik bekas Anda dengan perabot elektronik baru. Saat ini, hampir semua perabot elektronik baru mulai dari AC, mesin cuci, kulkas, hingga pemanas air, dilengkapi dengan fitur penghemat energi, sehingga mudah bagi Anda untuk mencari dan membelinya. Selain fitur hemat energi, cara lain untuk menghemat biaya energi di rumah adalah dengan membeli perabot yang berukuran lebih kecil. Perabot jenis ini membutuhkan energi yang lebih sedikit namun memiliki fungsi dan kemampuan yang setara. Jika dana Anda terbatas, Anda bisa mengganti perabot rumah secara bertahap. Mulai dari perabot yang sering Anda pakai, yang paling besar energi dan ukurannya. Berinvestasi di perabot yang hemat energi akan menghemat biaya dalam jangka panjang.
3. Gunakan penyekat yang baik untuk rumah Anda
Penyekat hemat energi memiliki bahan dan bentuk yang beragam. Apapun pilihan Anda, memasang penyekat yang baik adalah salah satu langkah mudah dan murah menciptakan rumah yang berwawasan lingkungan. Penyekat ruang bisa berbentuk tirai, hordeng serta penutup jendela dan lantai yang bisa melindungi bangunan Anda dari panas dan dingin cuaca.
4. Menyimpan air
Menghemat air adalah salah satu aspek terpenting dalam rumah berwawasan lingkungan. Ada banyak cara untuk melakukannya. Anda bisa membeli peralatan kamar mandi seperti shower, toilet dan kran air yang hemat air dan energi. Di luar rumah, Anda bisa menciptakan sistem irigasi yang didesain khusus sehingga mampu menampung dan menghemat air.
5. Tingkatkan nilai properti Anda
Biaya renovasi hijau kini makin terjangkau. Kontraktor berwawasan lingkungan semakin banyak ditemui. Renovasi rumah hijau menjadi cara terbaik untuk meningkatkan nilai dan imbal hasil investasi (ROI) bangunan dalam jangka panjang. Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan untuk rumah Anda seperti bambu untuk lantai, dan memasang panel energi alternatif seperti energi angin dan surya. Semuanya akan menambah daya tarik rumah hijau Anda.
Sumber: Talking About Green dan Hijauku.com
http://www.beritalingkungan.com/2011/06/tips-menciptakan-rumah-berwawasan.html
Modifikasi rumah ramah lingkungan kian menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, biayanya kini juga lebih terjangkau. Rumah berwawasan lingkungan terbukti bisa meningkatkan nilai jual, penampilan bahkan masa pakai properti Anda.
Modifikasi rumah hijau kini tidak hanya diterapkan oleh perseorangan namun juga oleh investor properti komersial. Merenovasi rumah hijau dengan strategi yang tepat mampu meningkatkan imbal hasil investasi Anda (ROI). Imbal hasil properti Anda juga tergantung pada jenis perawatan atau renovasi bangunan serta lingkungan dan masyarakat sekitar.
Berikut lima tips untuk menghijaukan dan meningkatkan nilai investasi rumah Anda:
1. Gunakan lampu hemat energi
Sampai masa pakainya berakhir, lampu hemat energi mampu menghemat biaya hingga Rp300.000 (US$30). Walau pada awalnya terkesan mahal, lampu hemat energi jauh lebih hemat dibanding lampu biasa. Mengganti lampu Anda dengan lampu hemat energi adalah cara paling mudah dan efektif menciptakan rumah ramah lingkungan.
2. Ganti perabot elektronik lama Anda
Cara lain untuk menciptakan rumah berwawasan lingkungan adalah dengan mengganti perabot elektronik bekas Anda dengan perabot elektronik baru. Saat ini, hampir semua perabot elektronik baru mulai dari AC, mesin cuci, kulkas, hingga pemanas air, dilengkapi dengan fitur penghemat energi, sehingga mudah bagi Anda untuk mencari dan membelinya. Selain fitur hemat energi, cara lain untuk menghemat biaya energi di rumah adalah dengan membeli perabot yang berukuran lebih kecil. Perabot jenis ini membutuhkan energi yang lebih sedikit namun memiliki fungsi dan kemampuan yang setara. Jika dana Anda terbatas, Anda bisa mengganti perabot rumah secara bertahap. Mulai dari perabot yang sering Anda pakai, yang paling besar energi dan ukurannya. Berinvestasi di perabot yang hemat energi akan menghemat biaya dalam jangka panjang.
3. Gunakan penyekat yang baik untuk rumah Anda
Penyekat hemat energi memiliki bahan dan bentuk yang beragam. Apapun pilihan Anda, memasang penyekat yang baik adalah salah satu langkah mudah dan murah menciptakan rumah yang berwawasan lingkungan. Penyekat ruang bisa berbentuk tirai, hordeng serta penutup jendela dan lantai yang bisa melindungi bangunan Anda dari panas dan dingin cuaca.
4. Menyimpan air
Menghemat air adalah salah satu aspek terpenting dalam rumah berwawasan lingkungan. Ada banyak cara untuk melakukannya. Anda bisa membeli peralatan kamar mandi seperti shower, toilet dan kran air yang hemat air dan energi. Di luar rumah, Anda bisa menciptakan sistem irigasi yang didesain khusus sehingga mampu menampung dan menghemat air.
5. Tingkatkan nilai properti Anda
Biaya renovasi hijau kini makin terjangkau. Kontraktor berwawasan lingkungan semakin banyak ditemui. Renovasi rumah hijau menjadi cara terbaik untuk meningkatkan nilai dan imbal hasil investasi (ROI) bangunan dalam jangka panjang. Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan untuk rumah Anda seperti bambu untuk lantai, dan memasang panel energi alternatif seperti energi angin dan surya. Semuanya akan menambah daya tarik rumah hijau Anda.
Sumber: Talking About Green dan Hijauku.com
http://www.beritalingkungan.com/2011/06/tips-menciptakan-rumah-berwawasan.html
Monday, October 15, 2012
7 HARI SEMINGGU JADI PENGGIAT LINGKUNGAN
Dari Issue Lingkungan Hidup ::
>siapa bilang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan itu susah atau ribet? ternyata tidak sama sekali! berikut beberapa contoh yang bisa kita lakukan di rumah, di k
>siapa bilang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan itu susah atau ribet? ternyata tidak sama sekali! berikut beberapa contoh yang bisa kita lakukan di rumah, di k
antor, di lingkungan manapun kita berada. ayo kita buat perubahan untuk bumi tercinta<
Setiap minggu adalah awal baru untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan. Lakukan dengan gembira dan sadari bahwa setiap tindakan Anda membawa perubahan yang bermanfaat bagi alam. Berikut tips untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan setiap hari, mulai hari Senin hingga hari Minggu yang diadaptasi dari tulisan blog Julie Urlaub, Managing Partner, Taiga Company yang juga dipublis hijauku.com.
Hari Senin – Menghindari Kertas:
Produksi kertas dari serat alami membutuhkan banyak energi dan air. Proses produksi kertas juga melepaskan gas rumah kaca ke udara. Anda bisa membantu menghemat kayu, air dan energi serta mengurangi polusi dan sampah jika Anda mau menggunakan kertas daur ulang atau memilih untuk tidak menggunakan kertas sama sekali .
Hari Selasa – Menghijaukan Kantor:
Ingatlah bahwa semua pekerjaan bisa menjadi kegiatan yang ramah lingkungan tergantung bagaimana kita menjalankannya. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan program cinta lingkungan dalam organisasi Anda dengan mengidentifikasi proyek serta wilayah “hijau” yang potensial. Pendekatan lain adalah dengan menciptakan tempat kerja yang ramah lingkungan. Cek artikel-artikel di situs ini mengenai cara menciptakan kantor yang ramah lingkungan.
Hari Rabu – Menghemat Air:
Air yang segar dan bersih menjadi isu penting tidak hanya di negara berkembang namun juga di seluruh dunia. Setiap aspek kehidupan di muka bumi ini selalu berhubungan dengan air dan air juga berinteraksi langsung dengan konsep ramah lingkungan yang lain. Belajarlah menggunakan air secara bijaksana untuk memperbaiki catatan penggunaan air (Water Footprint) Anda.
Kamis – Saatnya Berpetualang:
Coba moda transportasi yang berbeda. Dengan menggunakan transportasi alternatif, Anda bisa membantu mengurangi pemakaian energi, menghemat sumber daya alam, mengurangi kemacetan, menghemat biaya (BBM dan parkir), serta mengurangi polusi udara. Ada beberapa ide yang menyenangkan yang layak untuk Anda coba seperti berbagi tumpangan (carpool), naik bis, naik kereta, bersepeda atau bahkan bekerja dari rumah.
Jum’at – Bersenang-senang:
Babat pemborosan energi dengan praktik efisiensi: Departemen Energi AS menyatakan, barang-barang elektronik terus mengonsumsi listrik walau sudah dimatikan. Hampir 75% listrik yang dikonsumsi oleh barang elektronik dipakai saat perabot elektronik itu dalam keadaan mati (idle). Jadi terapkan praktik efisiensi energi yang ramah lingkungan untuk menghemat energi.
Sabtu – Mendaur Ulang Sampah:
Hindari menciptakan sampah, hancurkan atau daur ulang bila ada sampah yang tersisa. Konsep ini adalah bagian dari prinsip 3 R: reduce (kurangi), reuse (pakai kembali) dan recycle (daur ulang). Untuk mengetahui sampah-sampah apa yang bisa Anda hindari, tengok dan dan analisis sampah apa saja yang ada di tempat sampah Anda.
Minggu – Membersihkan Rumah dengan Cara yang Ramah Lingkungan:
Pembersih rumah biasa mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya. Ganti pembersih biasa dengan pembersih yang ramah lingkungan. Anda bisa memperbaiki kualitas udara dalam ruang sekaligus mengurangi produksi bahan-bahan kimia senilai US$8 miliar yang dikonsumsi oleh produsen pembersih ruangan. Dengan menggunakan pembersih alami Anda akan bisa bernafas lega karena rumah Anda bebas dari bahan-bahan kimia beracun.***
copas dari :: http://www.beritalingkungan.com/greentips/menjadi-penggiat-lingkungan-7-hari-seminggu/
Setiap minggu adalah awal baru untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan. Lakukan dengan gembira dan sadari bahwa setiap tindakan Anda membawa perubahan yang bermanfaat bagi alam. Berikut tips untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan setiap hari, mulai hari Senin hingga hari Minggu yang diadaptasi dari tulisan blog Julie Urlaub, Managing Partner, Taiga Company yang juga dipublis hijauku.com.
Hari Senin – Menghindari Kertas:
Produksi kertas dari serat alami membutuhkan banyak energi dan air. Proses produksi kertas juga melepaskan gas rumah kaca ke udara. Anda bisa membantu menghemat kayu, air dan energi serta mengurangi polusi dan sampah jika Anda mau menggunakan kertas daur ulang atau memilih untuk tidak menggunakan kertas sama sekali .
Hari Selasa – Menghijaukan Kantor:
Ingatlah bahwa semua pekerjaan bisa menjadi kegiatan yang ramah lingkungan tergantung bagaimana kita menjalankannya. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan program cinta lingkungan dalam organisasi Anda dengan mengidentifikasi proyek serta wilayah “hijau” yang potensial. Pendekatan lain adalah dengan menciptakan tempat kerja yang ramah lingkungan. Cek artikel-artikel di situs ini mengenai cara menciptakan kantor yang ramah lingkungan.
Hari Rabu – Menghemat Air:
Air yang segar dan bersih menjadi isu penting tidak hanya di negara berkembang namun juga di seluruh dunia. Setiap aspek kehidupan di muka bumi ini selalu berhubungan dengan air dan air juga berinteraksi langsung dengan konsep ramah lingkungan yang lain. Belajarlah menggunakan air secara bijaksana untuk memperbaiki catatan penggunaan air (Water Footprint) Anda.
Kamis – Saatnya Berpetualang:
Coba moda transportasi yang berbeda. Dengan menggunakan transportasi alternatif, Anda bisa membantu mengurangi pemakaian energi, menghemat sumber daya alam, mengurangi kemacetan, menghemat biaya (BBM dan parkir), serta mengurangi polusi udara. Ada beberapa ide yang menyenangkan yang layak untuk Anda coba seperti berbagi tumpangan (carpool), naik bis, naik kereta, bersepeda atau bahkan bekerja dari rumah.
Jum’at – Bersenang-senang:
Babat pemborosan energi dengan praktik efisiensi: Departemen Energi AS menyatakan, barang-barang elektronik terus mengonsumsi listrik walau sudah dimatikan. Hampir 75% listrik yang dikonsumsi oleh barang elektronik dipakai saat perabot elektronik itu dalam keadaan mati (idle). Jadi terapkan praktik efisiensi energi yang ramah lingkungan untuk menghemat energi.
Sabtu – Mendaur Ulang Sampah:
Hindari menciptakan sampah, hancurkan atau daur ulang bila ada sampah yang tersisa. Konsep ini adalah bagian dari prinsip 3 R: reduce (kurangi), reuse (pakai kembali) dan recycle (daur ulang). Untuk mengetahui sampah-sampah apa yang bisa Anda hindari, tengok dan dan analisis sampah apa saja yang ada di tempat sampah Anda.
Minggu – Membersihkan Rumah dengan Cara yang Ramah Lingkungan:
Pembersih rumah biasa mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya. Ganti pembersih biasa dengan pembersih yang ramah lingkungan. Anda bisa memperbaiki kualitas udara dalam ruang sekaligus mengurangi produksi bahan-bahan kimia senilai US$8 miliar yang dikonsumsi oleh produsen pembersih ruangan. Dengan menggunakan pembersih alami Anda akan bisa bernafas lega karena rumah Anda bebas dari bahan-bahan kimia beracun.***
copas dari :: http://www.beritalingkungan.com/greentips/menjadi-penggiat-lingkungan-7-hari-seminggu/
Subscribe to:
Posts (Atom)