Thursday, October 25, 2012

DEGUNG



Gamelan Degung is a Sundanese music ensemble that uses a subset of modified gamelan instruments with a particular mode of pelog scale. The instruments are manufactured under local conditions in towns in West Java,  such as Bogor. Degung music is often played at public gatherings in West Java, such as at local elections, as well as many other events. There is international interest in degung as well amongst communities in other countries interested in Indonesia and gamelan music.[

Instruments


The instrumentation of gamelan degung is quite flexible. It may include:
  • Bonang/kolènang: two rows of seven small bulbous gongs. It differs from its Javanese counterpart in that the rows are each placed on either side of the player.
  • Saron/peking: a high-pitched bronze metallophone with fourteen keys.
  • Panerus: another bronze metallophone, similar to the peking but pitched an octave lower.
  • Jengglong: six bulbous gongs suspended from the same frame.
  • Goong Ageung: a large gong.
  • A set of  Kendang, consisting of one large and two small double-sided drums.
  • Suling degung: a four-holed bamboo flute.
  • Gambang: a wooden xylophone.
In classical degung, the bonang serves as a conductor for the whole ensemble. Except in certain modern compositions, it is rarely absent.

SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H

 Setiap 10 Dzulhijah kita melaksanakan shalat Iedul Adha atas perintah Rasulullah SAW yang mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, Allah berfirman: "Kemudian Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad): 'Ikutilah ajaran Ibrahim yang hanif '". Dan Nabi Muhammad SAW bersabda: "Aku adalah hasil doa ayahku Ibrahim, dan berita gembira yang dibawa oleh Isa, dan mimpi yang pernah dilihat oleh ibuku. " (diriwayatkan oleh Ahmad).


Isyarat Nabi bahwa beliau merupakan hasil dari doa Ibrahim yang dikabulkan oleh Allah yaitu menunjuk kepada surat Al-Baqarah ayat 127-129, " Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Rabb kami terimalah dari pada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' ' Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.' 'Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayatMu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.' Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (Al-Baqarah : 127-129)

Sesudah nabi Ibrahim selesai membangun Ka'bah ia diperintahkan oleh Allah untuk menyeru kepada ummat manusia agar mereka menjalankan ibadah haji, dimana perintah ini diabadikan di dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 27 : "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta, yang datang dari segenap penjuru yang jauh ".

Pada lebaran qurban atau lebaran haji ini kita dapat mengambil pelajaran dari kegigihan nabi Ibrahim dan pengorbanan nabi Ismail untuk kita jadikan pedoman dalam hidup kita yang penuh dengan tantangan dimana umat islam dikerumuni oleh musuh-musuhnya persis yang digambarkan oleh Rasulullah SAW, "Hampir-hampir bangsa-bangsa lain mengerumuni kalian sebagaimana halnya para undangan mengerumuni jamuan makan." Para sahabat bertanya : "Apakah kita sedikit saat itu wahai Rasulullah ?" Rasulullah menjawab : "Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada saat itu, tetapi kalian seperti buih laut, pada saat itu Allah mencabut perasaan takut dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah mencampakkan perasaan wahan ke dalam hati kalian". Para sahabat bertanya : "Apakah wahan itu wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab : "Cinta dunia dan takut mati". ( Diriwayatkan oleh Ahmad ).

Perhatikan perjuangan nabi Ibrahim yang patut kita teladani seperti perintah Al-Qur'an didalam surat Al-Mumtahanah ayat 4 : Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka : "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari ( kekafiran ) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. " Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tak dapat memberikan pembelaan untukmu sedikitpun dari siksaan Allah." ( Ibrahim berkata ) : "Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."

Nabi Ibrahim sebagai bapak para nabi, dikenal gigih menentang kemusyrikan dan mengajak manusia menyembah hanya kepada Allah. Seruan pertama ditujukan kepada bapaknya dan kaumnya : "Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar : 'Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai sembahan-sembahan?' Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." ( Q S. Al-An'aam ayat 74 ).

Meskipun semua itu dijawab oleh bapaknya dengan pengusiran, tapi itu justru memperkuat keyakinan Ibrahim, bahwa setiap orang yang menyeru kepada kebenaran pasti mendapat cobaan dan ujian, justru hal itu lebih meningkatkan derajatnya di sisi Allah. Ibrahim tidak rela kalau kaumnya menyembah selain Allah, apakah itu berhala, kuburan, dukun atau bentuk-bentuk ketaatan yang tidak ditujukan kepada Allah. Karena selain Allah tak ada seorangpun yang dapat memberikan manfaat dan mudlarat.

Kali ini Ibrahim menghadapi penguasa yang Zhalim yang memaksakan kehendaknya kepada rakyat tanpa menghiraukan hak asasi mereka, bahkan lebih dari itu menjadikan dirinya sebagi tuhan yang mengaku bisa mematikan dan menghidupkan:
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya, karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Saya dapat menghidupka dan mematikan". Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah matahari dari barat !" Lalu heran terdiamlah orang kafir itu, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah: 258)

Penguasa zalim yang bernama Namrudz itu tak berkutik menghadapi hujjah-hujjah Ibrahim, karena dengan kecongkakanya dia menggunakan kekerasan setelah tak mampu membendung kegigihan Ibrahim yang tidak rela manusia menyembah berhala. Akibatnya Ibrahim dibakar, diapun tetap tabah dan mengucapkan, "Cukuplah Allah bagi kami, dan Allahlah sebaik-baik pelindung". Allah pun membela hamba-Nya dan memerintahkan kepada api, Kami berfirman, "Hai api! menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim" (Al-Anbiyaa: 69).

Keadaan umaat Islam sekarang ini cukup menyedihkan, dimana banyak di antara mereka yang tidak mengerti ajaran Islam, akibatnya mereka tenggelam dengan kesibukan dan dunianya untuk memenuhi kebutuhan fisik mereka, sementara jiwa mereka meronta-ronta karena tidak mendapatkan santapan rohani yang cukup. Sehingga banyak diantara mereka terkena stress akibat tidak seimbangnya antara otak, hati, dan badan. Mereka pun banyak datang kepengajian atau mendengarkan ceramah, namun itu hanya sebatas hiburan rohani sesaat, karena agama hanya dipahami atau didengar saja, tetapi tidak diamalkan, dan itu akan berakibat fatal bagi mereka, dan terjadi split personaliti, dimana mereka dimasjid baik, tetapi di rumah, di kantor, di jalanan mereka terlepas dari norma-norma Islam. Apabila mereka terus berjalan di atas garis kehidupan yang salah itu, maka akan tumbuh generasi yang tidak peduli terhadap Islam. Para orang tua tak mampu bahkan tak sempat mendidik anak-anaknya di rumah, lebih dari itu mereka tak mendapatkan contoh yang baik dari orang tua. Anak-anak sepenuhnya diserahkan kepada sekolah-sekolah yang mereka hanya menerima pelajaran 2 jam dalam seminggu, itu pun pengetahuan Islam bukan praktek Islam. Tidak heran jika timbul anak-anak didik yang brutal, senang berkelahi, bergaul bebas, meminum-minuman keras, ber-ectacy dan lain-lain kebejatan yang sekarang banyak dialami anak-anak usia sekolah. dengan kata lain banyak yang akhlak mereka yang rusak.

Kita semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas diri kita dan keluarga kita, dn apakah jawaban kita?...,"Hai orang-orang yang beriman ! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" (At-Tahriim: 6).

Bagaimana pun kemerosotan ummat Islam adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, karena kita bagian dari mereka. Maka hendaklah kita memperisai diri dan keluarga kita dari segala hal yang dapat menjauhkan kita dari Allah. Peranan suami harus ditingkatkan sesuai ajaran Islam. Ibu harus menjaga benteng rumah tangganya dari rong-rongan film-film TV, pergaulan bebas lingkunganya dan terus meningkatkan pemahaman agamanya agar menjadi teladan bagi anak-anaknya. rasulullah SAW bersabda, "Orang yang terbaik di antara kalian ialah yang terbaik bagi keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluargaku" (diriwayatkan oleh Ath-Thahaawiy).

Ingatlah bahwa kehidupan kita hanya sebentar saja. Dan sungguh kita akan merugi apabila sisa kehidupan kita tidak kita gunakan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka yang beruntung dan bermasa depan adalah mereka yang berpegang dengan Al-Qur'an dan As-sunnah. Allah berfirman, "Dan barang siapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar." (Al-Ahzaab: 71). Rasulullah SAW bersabda, "Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggang." Para sahabat bertanya, "Siapakah yang enggang wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Barang siapa mentaati aku maka ia masuk surga, dan barang siapa melanggarku, maka dialah orang yang enggan." (diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy 7280). 

25/10LISTEN WITHOUT INTERRUPTING

Listen without interrupting. (Proverbs 18) – When someone is speaking, the most loving thing we can do is listen. And, if we are really listening, we are not thinking of how to respond or how to get our point across or asking questions or saying anything. We are simply listening to hear and understand what the person is saying. So, the next time you are listening to someone, wait until the person is finished and then respond.

25/10 QS. AL-BAQARAH (2) : 8

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِين

Dan diantara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir", padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.

1). Di sini ada pengakuan dan ada penyangkalan. Diantara manusia ada yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Tetapi Allah sendiri yang kemudian menyangkalnya. Menunjukkan bahwa menusia ( di dunia ini) benar-benar merdeka untuk melakukan apa saja dan mengatakan apa saja sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Ini yang disebut free-will (kehendak-bebas), yang merupakan karunia terbesar Allah kepada manusia, yang tidak diberikan kepada hewan manapun. Saking bebasnya, manusia bisa mengatakan sesuatu yang tidak sesuai fakta sekalipun. Manusia bisa menyebarkan kebohongan, ketidakbenaran, yang isinya tak lebih dari provokasi, agitasi, manipulasi, dan iklan murahan. Dan supaya free-will itu bisa diterapkan, sehingga tidak hanya berhenti pada konsep, Allah pun memberikan karunia dalam bentuk free-choice (pilihan bebas): ya atau tidak, syukur atau kufur, mengakui Tuhan atau menolaknya, taat atau menentang. Di titik inilah nanti manusia dimintai pertanggung jawaban atas pilihan-pilihannya, karena di balik kehendak-bebas tersebut—agar tidak salah pilih—Allah mengaruniakan alat yang luar biasa: qalbu-pendengaran-penglihatan (yang telah dibahas pada ayat sebelumnya). Sehingga, pada saatnya nanti kita melihat bahwa bukan perbuatan manusia yang dimintai pertanggungjawaban tapi alasan kenapa melakukan perbuatan tersebut.

2). Tetapi dibalik kehendak-bebas yang dimiliki manusia, Allah juga punya otoritas dan prerogative untuk melakukan penilaian. Dan penilaian Dia adalah penilaian yang benar, penilaian yang tak memiliki cacat sedikitpun, sesuai dengan sifat-sifat ketuhanan yang dimiliki-Nya. Pertanyaannya kemudian: yang namanya penilaian pasti ada standarnya, ada parameternya, lalu apa parameter yang Allah gunakan dalam menerapkan otoritas dan prerogative penilaian-Nya tersebut? (Kalau parameter ini tidak jelas, tentu Allah menganiaya hamba-Nya). Di sini kita berjumpa kembali urgensi Kitab Suci. Jadi selain fungsinya sebagai PETUNJUK, al-Qur’an juga berfungsi sebagai HUKUM, yang kepadanyalah nanti Allah merujukkan penilaian-Nya tersebut.

3). Penyangkalan Allah terhadap pengakuan keberimanan mereka, mengajarkan kepada kita bahwa iman itu tidak cukup dengan pengakuan. Iman itu ialah konsistensi atau garis lurus yang menghubungkan antara tiga titik: perbuatan-perkataan-jiwa. Cara membacanya begini: perbuatan itu adalah refleksi dari perkataan dan perkataan itu adalah refleksi dari jiwa. Jadi jiwalah yang menjadi awal dari semuanya, sehingga jiwa pulalah yang berfungsi sebagai mesin pendorong dari perbuatan tersebut. Maka kalau ada orang yang mengaku beriman tetapi pengakuannya itu belum landing di jiwanya, pada hakikatnya belum beriman.


AMALAN PRAKTIS
Ingatlah, lidah kita lebih terlatih daripada jiwa kita. Karena keterampilan berbicara kita mendahului 15 tahun usia akil balig kita. Maka agar keterampilan jiwa kita bisa mengejar keterampilan berbicara kita, hendaknya lebih banyak berfikir atau merenung ketimbang berbicara. “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya berbicara yang baik-baik (saja). Atau (kalau tidak bisa, maka lebih baik) diam.” (al-Hadits)

Wednesday, October 24, 2012

24/10 BACA : KISAH PARA RASUL 18 : 24 -28


[Tuhan] mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. —Mazmur 25:9
 
Markus 11-13
_______________________________________________________
 
Fasih, Tapi Rendah Hati 
 
Saya mengagumi orang-orang yang mampu menyampaikan keyakinannya melalui ucapan dan membujuk orang lain dengan keahlian mereka berbicara. Beberapa orang menyebutnya sebagai “karunia untuk berbicara” atau “cakap berkata-kata”. Yang lain menyebutnya “kefasihan.”.

Apolos memiliki karunia tersebut. Dinyatakan kepada kita bahwa Apolos adalah “seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci” (Kis. 18:24). Namun, meski mengajar secara akurat tentang Kristus, ia berkhotbah hanya tentang baptisan Yohanes yang merupakan baptisan pertobatan dari dosa (ay.25; 19:4).

Apolos mengetahui tentang pengajaran Yesus, tetapi ia mungkin belum mengetahui tentang kematian dan kebangkitan-Nya, dan bahwa Roh Kudus telah datang (Kis. 2). Pengajaran Apolos tidaklah lengkap karena ia tidak mengetahui tentang kepenuhan Roh Kudus yang menjadi sumber kekuatan setiap hari.

Oleh karena itu, Priskila dan Akwila, sepasang suami-istri sahabat Paulus, mengundang Apolos ke rumah mereka untuk mengoreksi pengajaran Apolos. Meski mengenyam pendidikan tinggi dan memahami seluk-beluk Alkitab, Apolos dengan rendah hati menerima pengajaran dari kedua tuan rumahnya. Sebagai hasilnya, Apolos dapat melanjutkan pelayanannya dengan pemahaman yang baru.

Mazmur 25:9 mengingatkan kita bahwa Allah “membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” Jika kita rendah hati, kita dapat diajar Allah dan dipakai untuk menjangkau hidup orang lain. —CHK
Makin serupa Yesus, Tuhanku,
Inilah sungguh kerinduanku;
Makin bersabar, lembut dan merendah,
Makin setia dan rajin bekerja. —Gabriel
(Nyanyikanlah Kidung Baru, No. 138)
Di mana ada kerendahan hati, di situ ada kekuatan.

UNSUR BUDAYA SUNDA

Jawa Barat yang terkenal dengan budaya sunda, budaya sunda terasa kental sekali melekat pada masyarakat Jawa Barat mulai dari bahasa yang unik , tarian jaipongnya yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang juga unik dan mengagumkan, yang tidak kalah mengagumkan adalah angklung ini adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada duanya.

ANGKLUNG
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.



TARI JAIPONG
 
Tari ini diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat. Meskipun termasuk seni tari kreasi yang relatif baru, jaipongan dikembangkan berdasarkan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya, seperti Ketuk Tilu, Kliningan, serta Ronggeng. Perhatian Gumbira pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian menjadi inspirasi untuk mengembangkan kesenian jaipongan.
Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi terbentuknya tari pergaulan ini. Di kawasan perkotaan Priangan misalnya, pada masyarakat elite, tari pergaulan dipengaruhi dansa Ball Room dari Barat. Sementara pada kesenian rakyat, tari pergaulan dipengaruhi tradisi lokal. Pertunjukan tari-tari pergaulan tradisional tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara bergaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.
Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
Tarian ini mulai dikenal luas sejak 1970-an. Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.

WAYANG GOLEK

Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.
KECAPI
Kacapi merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kacapi suling.
Kata kacapi dalam bahasa Sunda juga merujuk kepada tanaman sentul, yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.

TARI MERAK
ari Merak merupakan salah satu ragam tarian kreasi baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.

ANGKLUNG

Angklung is an Indonesian musical instrument consisting of two to four bamboo tubes suspended in a bamboo frame, bound with rattan cords. The tubes are carefully whittled and cut by a master craftsperson to produce certain notes when the bamboo frame is shaken or tapped. Each Angklung produces a single note or chord, so several players must collaborate in order to play melodies. Traditional Angklungs use the pentatonic scale, but in 1938 musician Daeng Soetigna introduced Angklungs using the diatonic scale; these are known as angklung padaeng. The Angklung is closely related to traditional customs, arts and cultural identity in Indonesia, played during ceremonies such as rice planting, harvest and circumcision. The special black bamboo for the Angklung is harvested during the two weeks a year when the cicadas sing, and is cut at least three segments above the ground, to ensure the root continues to propagate. Angklung education is transmitted orally from generation to generation, and increasingly in educational institutions. Because of the collaborative nature of Angklung music, playing promotes cooperation and mutual respect among the players, along with discipline, responsibility, concentration, development of imagination and memory, as well as artistic and musical feelings.