Saturday, November 3, 2012

TIPS MEMILIH KEYBOARD


1. Pilihlah keyboard yang memiliki teknologi yang dapat menghasilkan suara natural dari sebuah alat musik, artinya keyboard ini dapat memperdengarkan suara alat musik yang sama dengan aslinya.
2. Pilihlah keyboard yang mudah digunakan oleh seluruh anggota keluarga.
3. Pilihlah keyboard yang relatif ringan, mudah dibawa-bawa dan tidak memerlukan banyak tempat.
4. Pilihlah keyboard yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti hiburan di rumah, tempat peribadatan ataupun rumah makan.
5. Kalau bisa pilihlah keyboard yang tidak hanya dapat menghasilkan suara alat musik, tetapi juga suara-suara lain yang ada di alam, seperti suara hujan, suara angin, bahkan suara hewan.

FAKTA TENTANG SEJARAH GITAR

Sejarah instrumen musik gitar dapat ditelusuri hingga sejauh ~4,000 tahun yang lalu. Bagaimana evolusi sebuah instrumen musik yang saat ini kita sebut dengan gitar? Simak artikel berikut.

Leluhur Gitar: Kecapi Atau Lira?

Kecapi
Kecapi
Seperti telah disebutkan di atas, sejarah gitar dapat ditelusuri hingga kurang lebih 4,000 tahun yang lalu. Banyak teori berkembang tentang leluhur instrumen musik gitar. Teori paling populer adalah bahwa alat musik gitar berevolusi dari instrumen kecapi (english: lute, arab: oud). Kecapi adalah instrumen musik yang berasal dari negeri Moor yang berbudaya Arab. Kecapi pertama kali diperkenalkan di Eropa melalui Spanyol, aslinya kecapi adalah alat musik petik berleher pendek tanpa fret dan memiliki badan besar dengan banyak string. Di kemudian hari orang Eropa menambahkan fret dan memberinya nama lute berasal dari kosakata Arab al'ud yang berarti kayu.
Lira
Lira
Teori kedua yang berkembang tentang leluhur gitar adalah teori yang mengatakan bahwa gitar berasal dari alat musik lira (english: lyre, greek: khitara). Lira adalah alat musik yang sangat populer di peradaban Yunani kuno, berupa alat musik petik berbentuk seperti tanduk untuk meregangkan string dan berbadan bulat yang terbuat dari cangkang kura-kura. Alat musik harpa termasuk ke dalam keluarga instrumen ini. Teori ini didasarkan akan kemiripan nama antara khitara dengan guitarra yaitu sebuah kosakata Spanyol darimana kata guitar (gitar) berasal.
Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael Kasha pada tahun 1960-an mementahkan semua teori tersebut. Uniknya Dr. Michael Kasha adalah seorang fisikawan dan ahli kimia yang mendirikan Institute of Molecular Biophysics, Florida State University (FSU), namun memiliki ketertarikan sangat besar terhadap instrumen musik gitar.
Dr. Michael Kasha menyatakan adalah sangat aneh jika instrumen gitar (yang pada awalnya memiliki 4 string) berasal dari alat musik lira yang cenderung berbentuk kotak dan memiliki 7 string. Beliau justru mengemukakan bahwa gitar kemungkinan diturunkan dari leluhur yang sama dengan lira, bukan dari lira itu sendiri. Kata khitara berasal dari kosakata Persia chartar yang telah dipengaruhi budaya helenistik semasa penaklukan Alexander The Great.

Tinjauan Arkeologis

Alat musik petik yang pertama yang dikenal oleh para ahli arkeologi adalah harpa mangkuk dan tanbur. Telah diketahui bahwa sejak jaman prasejarah manusia telah membuat bunyi-bunyian dengan menggunakan sebuah harpa sederhana yang terbuat dari cangkang kura-kura dan buah labu sebagai resonator dan sebentuk leher melengkung untuk mengaitkan satu atau lebih string.
Lira Ratu Shub-Ad dari Ur
Lira Ratu Shub-Ad dari Ur
Alat musik sejenis ini telah banyak ditemukan dan beberapa yang tertua berasal dari peradaban Sumeria, Babilonia dan Mesir kuno. Sekitar tahun 2,500-2,000 SM mulai bermunculan instrumen-instrumen musik dari jenis lira yang lebih canggih, seperti lira 11 string yang didekorasi oleh hiasan emas. Salah satunya adalah Lira Ratu Shub-Ad yang ditemukan di Ur, berasal dari peradaban Sumeria kuno.
Sedangkan tanbur didefinisikan sebagai alat musik petik berleher panjang dan memiliki badan bulat yang kecil yang biasanya terbuat dari kayu. Diperkirakan alat musik ini berkembang dari harpa mangkuk dengan memodifikasi lehernya yang dibuat lebih panjang untuk menjangkau notasi musik yang lebih luas. Sebuah lukisan dinding yang ditemukan di Thebes, Mesir dari sekitar 1,420 SM menunjukkan sekelompok musisi yang memainkan harpa dan tanbur bersama dengan alat musik lain seperti flute dan perkusi.
Lukisan Tembok Sekelompok Musisi dari Thebes
Lukisan Tembok Sekelompok Musisi dari Thebes
Selain itu para arkeologis juga menemukan beberapa lukisan serupa yang berasal dari kebudayaan Persia an Mesopotamia. Beberapa instrumen yang terlukis bahkan masih dapat dijumpai saat ini dalam bentuk alat-alat musik tradisional masyarakat Turki, Iran, Afghanistan dan Yunani.

Instrumen Mirip Gitar Tertua Yang Masih Utuh

Instrumen mirip gitar tertua yang masih utuh dan ditemukan di jaman modern ini adalah sebuah tanbur berusia sekitar 3,500 tahun milik seorang musisi Mesir bernama Har-Mose. Sekitar tahun 1,503 SM, Har-Mose bekerja untuk seorang arsitek kenegaraan bagi Ratu Mesir saat itu (Ratu Hatshepsut), bernama Sen-Mut. Tanbur Har-Mose ikut dikuburkan bersama pemiliknya yaitu di sebuah komplek pemakaman sang ratu di tepi sungai Nil.
Tanbur Har-Mose ini adalah sebuah instrumen musik petik yang memiliki 3 senar dan memiliki badan yang terbuat dari kayu cedar. Saat ini disimpan di Archaeological Museum, Kairo, Mesir.
Tanbur Har-Mose
Tanbur Har-Mose

Definisi Gitar

Setelah meninjau beberapa kemungkinan mengenai leluhur instrumen gitar, maka ada baiknya kita pahami terlebih dahulu apa sebenarnya definisi gitar. Menurut Dr. Kasha, gitar didefinisikan sebagai "instrumen musik petik bersenar, berleher panjang dengan fret, dan memiliki badan gitar yang rata di bagian belakang (biasanya terbuat dari kayu) yang memiliki bentuk melengkung di tepinya".
Gambaran instrumen musik tertua yang memiliki semua persyaratan tersebut muncul dalam sebuah gambar berupa pahatan di batu berusia 3,300 tahun dan berasal dari kebudayaan Hittite di Alaca Huyuk, Turki.
Gitar Hittite
Gitar Hittite

Gitar Modern

Menurut Dr. Michael Kasha, gitar modern yang kita kenal saat ini pada awalnya adalah terdiri dari 4 senar. Gitar 4 senar ini tiba di Spanyol dari Persia pada sekitar abad ke-12, dinamakan chartar yang secara harfiah berarti empat senar (char: empat; tar: senar). Jika ditelusuri lebih jauh dari tinjauan bahasa, kata tar berasal dari bahasa Sansekerta yang dipakai di daerah India, terutama di daerah utara. Salah satu sepupu dari chartar ini adalah instrumen yang kita kenal dengan nama sitar, yaitu sebuah alat petik 3 senar yang juga populer di budaya-budaya kedaerahan Indonesia.
Chartar Persia
Chartar Persia
Seiring perkembangan waktu, alat musik chartar ini telah mengalami banyak modifikasi-modifikasi oleh manusia modern. Gitar mengalami banyak perubahan selama masa Renaissance di Eropa pada abad ke-14 sampai 17.
Di pertengahan masa Renaissance yaitu sekitar abad ke-16, terdapat sebuah bentuk modifikasi dari chartar yang memiliki 5 senar. Gitar lima senar ini pertama kali dibuat di Italia dan menjadi dominan digunakan dalam acara-acara resital musik. Sama seperti kecapi di waktu itu, gitar hanya memiliki 8 buah fret.
Gitar Antonio Stradivarius 5 Senar (1680)
Gitar Antonio Stradivarius 5 Senar (1680)
Gitar 6 senar juga dibuat pertama kali di Italia pada sekitar abad ke-17, di akhir masa Renaissance. Kemudian setelah itu seluruh Eropa beramai-ramai mengadopsi bentuk ini, dan diciptakanlah banyak aransemen musik yang berdasar pada gitar 6 senar.
Gitar George Louis Panormo 6 Senar (1832)
Gitar George Louis Panormo 6 Senar (1832)
Dari segi bentuk, gitar di masa lalu berukuran relatif kecil dan memiliki badan gitar yang ramping. Hingga pada tahun 1859, seorang Spanyol bernama Antonio Torres membuat gitar klasik yang berukuran lebih besar dan merubah proporsinya. Desain Antonio Torres ini diterima sebagai standar pembuatan gitar modern hingga hari ini.
Gitar Antonio Torres (1859)
Gitar Antonio Torres (1859)

Gitar Elektrik

Gitar yang menggunakan senar kawat (steel string) pertama kali diperkenalkan oleh seorang imigran asal Jerman di Amerika Serikat bernama Christian Fredrich Martin pada sekitar tahun 1900-an. Berdasarkan penemuan ini gitar mengalami modifikasi lebih jauh menuju ke arah gitar elektrik, yang dilakukan oleh Orville Gibson (pendiri Gibson Guitar Corporation) dan rekannya Lloyd Loar.
Gitar elektrik pada mulanya merupakan solusi bagi kebutuhan para musisi jazz saat itu yang menginginkan bunyi musiknya agar lebih kuat. Gitar elektrik dibuat pertama kali di akhir dekade 1920, namun tidak memperoleh kesuksesan hingga tahun 1936 saat Gibson Guitar Corporation memproduksi gitar elektrik komersial yang pertama bernama Gibson ES-150. Gitar ini diproduksi hingga tahun 1941.
Gitar Gibson ES-150 (1936)
Gitar Gibson ES-150 (1936)

Gitar Terkecil

Para ahli nano-teknologi di Cornell University, AS berhasil membuat gitar terkecil di dunia yang hanya berukuran 10 mikrometer (sama besar dengan ukuran sebuah sel tunggal). Gitar yang terbuat dari kristal silikon ini memiliki 6 senar sepanjang 50 nanometer dan dimainkan dengan cara menembakkan sinar laser ke senar-senar gitar tersebut. Tentu saja gitar ini dibuat bukan untuk para musisi, melainkan hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Nanoguitar: Gitar Terkecil Di Dunia
Nanoguitar: Gitar Terkecil di Dunia

03/11 TINY WISDOM ON BEING KIND

“Be kind, for everyone you meet is fighting a hard battle.” -Plato

Sometimes it can seem like everyone’s out to get you. There’s the person in traffic who refuses to let you into his lane. The customer service representative who rushes you off the phone without helping even a little. The friend who didn’t tell you the whole story, which left you feeling hurt.

We’ve all met these people. We’ve also been these people. We all have days when we’re not as considerate, helpful, or honest as we’d like to be. Sometimes it’s because we’re rushed. Other times it’s because we’re tired and irritable. And other times it’s because we’re hurting emotionally and maybe we’ve yet to really acknowledge and deal with it. Maybe we don’t think we can, and so we let it fester inside while we go through our day, feeling hopeless, trapped, and alone in our sadness.

Today if you come across someone who gets on your nerves, consider that maybe underneath their rudeness or insensitivity is a pain that’s yet to be healed. It doesn’t condone their actions, and it doesn’t mean you shouldn’t stand up for yourself when necessary. But it may make it easier to feel a modicum of compassion. I don’t know about you, but on days when I am hurting, that’s what I want and need: a friendly face that says, “I understand, and I care.”

03/11 QS. AL-BAQARAH (2) : 17

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَاراً فَلَمَّا أَضَاءتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لاَّ يُبْصِرُونَ

 Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka tatkala (api itu) menerangi sekelilingnya Allah (tiba-tiba) menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkannya dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

1).  Ketika mengakhiri beberapa ciri orang bertaqwa, Allah menunjuk mereka dengan kata tunjuk أُوْلَئِكَ (uwlāika, mereka itulah)—isim isyārah lil ba’id (dalam bentuk jamak)—terhadap mereka yang menjalani hidupnya di atas PETUNJUK tersebut: Mereka itulah (orang-orang) yang (berjalan) menurut petunjuk dari Tuhannya (ayat 5). Jenis isim isyārah yang sama—أُوْلَئِكَ (uwlāika)—juga Allah gunakan setelah menjelaskan beberapa ciri orang munafiq: Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk (ayat 16). Seakan Allah hendak mendemontrasikan secara terbuka dan blak-blakan kedua golongan tersebut sehingga terpapar dengan jelas perbedaan keduanya. Tujuannya, supaya penyimak Kitab Suci tidak salah pilih. Yang bertaqwa menggunakan PETUNJUK-nya dengan benar, yang munafiq justru menjual PETUNJUK-nya dengan kesesatan. Terserah, pembaca al-Qur’an mau pilih yang mana…

 2). Sekarang (ayat 17) dan tiga ayat berikutnya (ayat 18-20) Allah menjelaskan gejala-gejala psikis orang munafiq agar kita memahami makna lahum adzābun alym (bagi mereka azab yang pedih, ayat 10) dan fiy thughyānihim ya’mahuwn (terombang-ambing dalam kesesatan, ayat 15). Karena ini menyangkut masalah yang tidak bisa dijangkau oleh panca-indra, menyangkut keadaan isi hati manusia, maka Allah menyampaikannya dalam bentuk perumpamaan (parable)—catatan: bentuk penyampaian seperti ini nanti sangat banyak kita temukan dalam al-Qur’an sejauh alasannya sama dengan yang disebutkan tadi. Di ayat ini, Allah mengumpamakan mereka sebagai penyulut api. Begitu apinya menyala, cahaya yang datang dari api tersebut menerangi lingkungan sekitarnya. Tetapi baru mereka mau menikmati cahaya terang tersebut, Allah tiba-tiba memamadamkannya, sehingga dengan serta-merta mereka kembali berada dalam kegelapan yang lebih pekat dari sebelumnya. Mereka semakin tidak bisa melihat, semakin kalut, dan semakin terombang-ambing dalam kegelapan.

3). Di ayat ini Allah menggunakan kata نُور (nuwr, cahaya) kaitannya dengan نَار (nār, api). Sementara di Surat an-Nuwr (24) ayat 35, Allah juga menyebut diri-Nya sebagai نُور (nuwr, cahaya): “Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak (pula) di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya (Allah adalah cahaya) di atas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Secara lahirian, Allah ingin menjelaskan bahwa semua cahaya yang tidak berasal dari Allah, akan padam, seperti cahaya yang keluar dari api permusuhan yang disulut di dalam hati orang-orang munafiq (2:17). Cahaya yang kekal hanya Caha-Nya (24:35). Secara batiniah, secara ontologis, Allah mewartakan bahwa hakikat segala sesuatu adalah (memancar dari) Cahaya-Nya. Dan tiap-tiap cahaya yang padam pada hakikatnya bukan Cahaya. Karena segala sesuatu yang bisa terkena ketiadaan pada hakikatnya TIDAK ADA.

4). Ayat berikut ini memperjelas bahwa api yang dimaksud di ayat 7 ini adalah api peperangan dan sekaligus menjelaskan bahwa tiap kali api peperangan yang mereka sulut itu mati tiap itu juga mereka berpaling seraya membuat kerusakan yang lebih besar (seperti dijelaskan di poin 1). “Tiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka (kemudian) berbuat kerusakan di muka bumi. Padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (5:64) Api peperangan ini bermula di dalam diri mereka masing-masing. Jadi sebelum menyulut api peperangan di luar sana, mereka terlebih dulu menyulutnya di dalam jiwa meraka sendiri. Sehingga yang pertama kali terbakar adalah diri mereka sendiri juga. Inilah yang dimaksud dengan lahum adzābun alym (bagi mereka azab yang pedih, ayat 10) dan fiy thughyānihim ya’mahuwn (terombang-ambing dalam kesesatan, ayat 15). Dan kalu situasinya sudah seperti ini, qalbu mereka sudah pasti لاَّ يُبْصِرُونَ (mereka tidak melihat) lagi. Yang ada hanya ego dan hawa nafsu.

AMALAN PRAKTIS
Jiwa Anda adalah pelita hidup Anda. Maka janganlah memadamkannya seraya menggantinya dengan api peperangan kepada manusia dan kemanusiaan. Mendukung atau bahkan berdiam diri terhadap mereka yang memerangi manusia dan kemanusiaan pada dasarnya juga menyulut api itu di dalam jiwa Anda. Hasilnya: Anda akan merasakan azab yang pedih dan terombang-ambing dalam kesesatan.






Friday, November 2, 2012

02/11 BACA : 1 PETRUS 5 : 1 9

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. —1 Petrus 5:8
 
Yohanes 1 - 3
___________________________________________________

Dibangunkan



Suatu pagi di musim gugur, ketika hari masih gelap dan saya sedang mengendarai mobil menuju ke tempat kerja, saya dikejutkan oleh sekelebat bayangan berwarna cokelat yang terkena terpaan sinar lampu depan mobil saya, diikuti dengan suara sesuatu tertabrak di bagian depan mobil saya. Saya telah menabrak seekor rusa dengan kecepatan 110 kilometer per jam! Itu hanya serempetan kecil, dan mobil saya (dan sepengamatan saya, juga rusa itu) tidak apa-apa. Namun, saya sungguh merasa terkejut. Saya berkendara dengan cara yang sudah biasa saya lakukan karena saya sudah mengenal arah jalan menuju ke kantor, tetapi perasaan terguncang karena kejadian tersebut benar-benar membangunkan saya. Kini saya sepenuhnya tersadar dan berusaha menenangkan jantung saya yang berdetak kencang. Sungguh suatu cara membangunkan yang paling tidak menyenangkan yang pernah saya alami.

Petrus membangunkan kita dengan cara yang berbeda—cara yang tidak menyenangkan, tetapi sangat diperlukan. Petrus memperingatkan bahwa kita terlibat dalam peperangan rohani melawan musuh yang kuat. Ia mengingatkan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Ptr. 5:8). Peringatan ini membangunkan kita, membuat kita melihat bahaya yang ada dan bersiap siaga untuk menghadapi serangannya!

Hanya ketika menyadari adanya bahaya yang menghadang kita setiap hari, maka kita akan dengan sadar mencari pertolongan yang dibutuhkan. Hanya jika kita waspada, kita akan bersandar kepada kekuatan dari Tuhan yang lebih besar dari musuh rohani kita. —WEC
Meski kejahatan ada di sekitar kita,
Kita tak perlu takut akan dikalahkan;
Karena saat Allah berperang bagi kita,
Semua musuh pun mundur. —Sper
Hidup orang Kristen adalah suatu medan pertempuran.

MAKANAN KHAS ACEH


Nanggroe Aceh Darussalam memiliki berbagai macam makanan khas,diantaranya:

Ayam Tangkap
Sekilas ayam tangkap ini seperti makananan yang di penuhi oleh sampah dedaunan karena mulai dari segala macam daun ada didalamnya, akan tetapi racikan bumbu ayam goreng yang satu ini bisa bikin ketagihan.
Daun temurui yang dicampur bersama dengan olahan daging ayam ini bikin rasanya jadi semakin enak. Disantap dengan sambal ganja yang pedas-pedas asam segar pasti bikin makan siangkali ini lebih istimewa.
Potongan daging ayam kampung yang sudah dibumbui dan digoreng menebarkan aroma harum yang lezat.Aroma harum ini bersal dari daun-daunan yang dicampurkan ke dalam ayam tangkap. Daun-daun seperti daun kari atau temurui, daun pandan, daun jeruk dan juga daun serai yang sudah di rajang kasar digoreng hingga kering.
Menyantap ayam tangkap khas Aceh ini paling pas dengan sambal ganja. Yak, sambal yang terbuat dari campuran belimbing sayur, cabai rawit, bawang merah, yang diuleg halus memang bisa bikin ketagihan layaknya ganja.


Dalca
Hidangan utama yang dibuat dengan menggunakan rempah-rempah yang beraroma tajam seperti cengkeh, kayu manis, pekak, kapulaga ini merupakan ciri khas pengolahan masakan aceh. Masakan berwarna coklat kemerahan diperolah dari perpaduan rempah-rempah dan penggunaan cabe merah segar.


Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.


Kanji Rumbi
Bubur kanji rumbi adalah salah satu masakan khas Aceh yang sering ditemukan pada bulan Ramadhan. Bahan dasarnya beras dan dicampur dengan bawang pree, daun sop, daging ayam, udang, wortel, dan kentang.Untuk menambah masakan ada juga warga manambah menu lainnya diluar menu yang ada, berupa daun pegaga dengan campuran daun berkhasiat lainnya yang mengandung vitamin, tentunya penambahan daun pegaga juga sangat baik untuk kesehatan.Biasanya bubur ini dimasak dalam satu kuali besar dan dimakan bersama-sama warga sekitar untuk berbuka puasa.

Kue Timpan
Timpan adalah sejenis makanan kecil yang aslinya berasal dari Aceh. Bahan untuk membuat timpan terbuat dari tepung, pisang, dan santan. Semua bahan ini kemudian diaduk-aduk sampai kenyal. Lalu dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan srikaya. Kemudian setelah itu adonan dengan isi ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (rebus tanpa direndam air).

TAHUKAH KAMU MENGAPA HARI MINGGU LIBUR?

Tiap bangsa punya tradisi libur yang berbeda. Bangsa Arab menganggap hari Jum’at adalah hari untuk Ibadah sehingga bangsa Arab libur. Lain lagi bangsa Yahudi yang menganggap hari sabtu adalah hari ibadah, sehingga mereka libur pada hari Sabtu.

 

Lalu bagaimana dengan hari Minggu yang merupakan hari libur di Indonesia dan mayoritas negara di dunia?
Begini sejarahnya, tradisi libur di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno di Italia. Pada saat itu orang Romawi Kuno beribadah di hari Minggu. Oleh kerena itu, orang Romawi libur di hari Minggu. Selain itu, orang Romawi selalu menandai hari libur dan hari penting lainnya dengan warna merah.

Waktu itu orang Romawi menguasai banyak Negara di Eropa. Kekuasaan Romawi sampai Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan lain- lain. Tradisi libur di hari Minggu kemudian diterapkan di Negara- Negara jajahan Romawi.Termasuk Negara Belanda. Negara Belanda kemudian menjajah Indonesia selama 350 tahun. Orang- orang Belanda di Indonesia menerapkan tradisi libur di hari Minggu.

Sampai sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih dipakai di Indonesia. Alasannya, selama 6 hari orang sudah bekerja keras dan perlu libur. Pemerintah Indonesia menetapkan hari Minggu sebagai libur Nasional. Kalender Indonesia juga mewarnai hari libur lainnya dengan warna merah. Tradisi libur di hari Minggu tetap dipakai di banyak Negara sampai sekarang. Termasuk juga menandai tanggal- tanggal penting dengan warna merah.

~ copas dari: http://www.beritaunik.net